logo

Quotes from Laksmi Pamuntjak

Selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan
~ Laksmi Pamuntjak
Laut seperti ibu. Dalam dan menunggu.
~ Laksmi Pamuntjak
Aneh, memang: selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan.
~ Laksmi Pamuntjak
Perempuan jangan selalu merasa dirinya harus mengorbankan dirinya kepada laki-laki dengan gampang
~ Laksmi Pamuntjak
Kesetiaan selalu dikhianati, atau ia menanti selamanya untuk sesuatu yang tak pernah dimikili
~ Laksmi Pamuntjak
Apakah yang dikatakan oleh kesedihan kepada matamu, yang membatalkan semua yang indah dari kehidupan?
~ Laksmi Pamuntjak
Perjalanan: melatih diri untuk tetap menjaga jarak seraya berbagi begitu banyak.
~ Laksmi Pamuntjak
Dalam hidup ada saat-saat ketika masa depan dengan cepat diucapkan, justru karena yang sepenuhnya berkuasa adalah masa kini
~ Laksmi Pamuntjak
Suami dan istri tak harus serta merta sahabat. Cinta adalah cinta, bukan pengorbanan. Perasaan adalah untuk ditolak atau dibunuh, tidak untuk dilekaskan, apalagi untuk dibiarkan mengalir. Lagipula, begitu Ibu mengikatkan diri pada Bapak, ia menunggu kapan seseorang tak hanya menggunakan perasaan, tapi juga otaknya. Ia tak pernah sekalipun, dalam proses ini, kehilangan kesabarannya. Lalu ia memilih.
~ Laksmi Pamuntjak
Mendidik diri untuk menjaga jarak dengan orang lain, dan juga untuk menjaga jarak dengan kata-kata yang sewaktu-waktu bisa berkhianat.
~ Laksmi Pamuntjak
Seorang lelaki harus dibikin jatuh cinta selamanya pada seorang perempuan agar ia tak pergi
~ Laksmi Pamuntjak
Perjalanan membawa hal - hal baru yang membuat kita bijaksana, tapi selalu ada yang tetap pada kita sejak sebelum berangkat
~ Laksmi Pamuntjak
Belajar untuk tidak mengumbar kata, karena begitu sesuatu diikrarkan, kita terikat, dan tak bisa menariknya kembali.
~ Laksmi Pamuntjak
Nggak ada yang lebih menyedihkan di dunia ini, daripada permintaan maaf yang nggak pada tempatnya.
~ Laksmi Pamuntjak
Ketika bicara menunggu, itu bukan tentang berapa jam, hari, dan bulan. Kita bicara tentang titik di mana kita akhirnya memutuskan untuk percaya.
~ Laksmi Pamuntjak
Kesetiaan selalu dikhianati, atau ia menanti selamanya untuk sesuatu yang tak pernah dimiliki
~ Laksmi Pamuntjak
Lalu, suatu hari kutemukan bahwa semua simpul yang telah kubuat itu tetap utuh - hanya benangnya saja yang rusak. Aku mencintaimu.
~ Laksmi Pamuntjak
Belum lama aku mengenal dia, tapi ia hidup dan tumbuh di dalam diriku, begitu rupa hingga ia memanjangkan bayang-bayangku kemanapun mataku memandang. Ia telah jadi kewajibanku, nasibku.
~ Laksmi Pamuntjak
Politik memang bukan tentang apa yang benar. Politik adalah bagaimana kita salah dengan benar.
~ Laksmi Pamuntjak
Aku bahkan tak percaya konsep pahlawan resmi, sebab pahlawan hadir dalam kehidupan sehari-hari, pada mereka yang berkorban dan yang bertahan memikul beban.
~ Laksmi Pamuntjak
In the end we all must return to the earth, so is there any greater act of devotion than surrendering your entire life to it? And is there anyone more shameless than someone who kills innocent creatures?
~ Laksmi Pamuntjak
But all stories are made up," I offered. "All telling is retelling, and therefore it is fiction. Everybody knows that.
~ Laksmi Pamuntjak
Tubuhnya menua setiap kali lelaki itu memasukinya dengan paksa dan merenggut usianya sepotong demi sepotong.
~ Laksmi Pamuntjak
Mengira bahwa kita bisa pergi begitu saja dan tak dirindukan adalah keangkuhan yang paling luar biasa.
~ Laksmi Pamuntjak