Quotes About Unity
I press my hands against my chest, wishing I could somehow be even closer to him. I hate skin; I hate bones and bodies. I want to curl up inside of him and be carried there forever.
~ Poppy Z. Brite
BazillionQuotes.com
for a moment infinitesimal and infinite, men, women, child, ship, and death were one. It
~ Poul Anderson
BazillionQuotes.com
You are never alone or helpless. The force that guides the stars guides you too.
~ Prabhat Ranjan Sarkar
BazillionQuotes.com
This is all very personal for me, but it's also collective, and the two are not disconnected. I have never believed that you only advocate for the things that you stand for and embody. I've always believed that our liberation, my liberation, is tied up with yours. To make a country that works for me, there's gotta be a country that works for you.
~ Pramila Jayapal
BazillionQuotes.com
Sahabat dalam kesulitan adalah sahabat dalam segala-galanya. Jangan sepelekan persahabatan. Kehebatannya lebih besar daripada panasnya permusuhan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dan bukankan satu ciri manusia modern adalah juga kemenangan individu atas lingkungannya dengan prestasi individual? Individu-individu kuat sepatutnya bergabung mengangkat sebangsanya yang lemah, memberinya lampu pada yang kegelapan dan memberi mata pada yang buta
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Di balik setiap kehormatan mengintip kebinasaan. Di balik hidup adalah maut. Di balik persatuan adalah perpecahan. Di balik sembah adalah umpat. Maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. Jangan terima kehormatan atau kebinasaan sepenuhnya. Jalan tengah—jalan ke arah kelestarian.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau orang tak tahu sejarah bangsanya sendiri –tanah airnya sendiri– gampang jadi orang asing di antara bangsa sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kau tak kenal bangsamu sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Negeri Matahari Terbit, negeri Kaisar Meiji itu berseru pada para perantaunya, menganjurkan: Belajar berdiri sendiri! Jangan hanya jual tenaga pada siapa pun! Ubah kedudukan kuli jadi pengusaha, biar kecil seperti apa pun; tak ada modal? berserikat, bentuk modal! belajar kerja sama! bertekun dalam pekerjaan!
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
bukankah tidak ada yang lebih suci bagi seorang pemuda daripada membela kepentingan bangsanya?
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
tetapi berbahagialah orang yang kuat menderita segala kesengsaraan untuk keperluan nusa dan bangsa
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mereka berjabat tangan, seperti gunung berjabatan dengan samudera. Mereka hanya dua gumpal daging kecil, tetapi jiwanya lebih besar dari gunung, lebih luas dari laut, karena kereka ikut melahirkan sesuatu yang nenek-moyangnya dan bangsa-bangsa lain tidak atau belum melahirkannya: kemerdekaan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Manusia terlalu sering bertepuk hanya sebelah tangan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Satu pendurhaka dapat hancurkan seluruh kebahagiaan tiap orang, seluruh bangsa. Benar! Tapi keselamatan tiap orang, seluruh bangsa, cuma dapat dilaksanakan oleh semua orang. Pelaksanaan ini mungkin kalau ada persatuan, kerukunan, persaudaraan. Hati-hati, hati-hatilah, satu orang bisa hancurkan kita semua. Tapi kesejahteraan kita harus diciptakan oleh semua, kita bersama-sama. Ya, itu gotong royong kan?
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau ada persatuan semua bisa kita kerjakan, jangankan rumah, gunung dan laut bisa kita pindahkan - Ranta
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Semua manusia bersaudara satu sama lain. Karena itu tiap orang yang membutuhkan pertolongan harus meeroleh pertolongan. Tiap orang keluar dari satu turunan, karena itu satu sama lain adalah saudara.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tak akan ada kampung sebersih ini di atas gunung kalau tak ada kerukunan di antara para penghuni.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tugas dokter Pribumi bukan saja menyembuhkan tubuh terluka dan menanggung sakit, juga jiwanya, juga hari depannya. Siapa akan melakukannya kalau bukan para terpelajar? Dan bukankah satu ciri manusia modern adalah juga kemenangan individu atas lingkungannya dengan prestasi individual? Individu-individu kuat sepatutnya bergabung, mengangkat sebangsanya yang lemah, memberinya lampu pada kegelapan dan memberi mata yang buta.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dengan bangsaku sendiri aku merasa lebih terjamin.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Bagiku sama saja di mana saja. Di mana ada sahabat, di situlah negeriku. Tanpa sahabat, semua ini takkan tertanggungkan. Di negeri sendiri pun bila tanpa sahabat...
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Ya, mengapa kita ini harus mati seorang diri? Lahir seirang diri pula? Dan mengapa kita ini harus hidup di satu dunia yang banyak manusianya? Dan kalau kita sudah manusia, dan orang itu pun mencintai kita. Seperti mendiang kawan kita itu misalnya–mengapa kemudian kita harus bercerai-cerai dalam maut. Seorang. Seorang. Seorang. Dan seorang lagi lahir. Seorang lagi. Seorang lagi. Mengapa orang ini tak ramai-ramai lahir dan ramai-ramai mati? Aku ingin dunia ini seperti Pasarmalam.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Menyedihkan sekiranya di antara parasiswa sebagai terpelajar puncak Pribumi, merasa tak ada sesuatu yang patut dibela pada Pribumi sebangsa sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Saya sendiri tidak mengerti yang sebenarnya tentang peraturan adat secara lengkap, Ngama. Tapi kenyataannya Ngama Hinolong dan Katcodin sendiri juga ada gambarnya. Malah bicara Indonesia baik. Mengapa kita tak bisa? Adat untuk kita semua.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
