logo

Quotes About Family

Private property is a natural fruit of labor, a product of intense activity of man, acquired through his energetic determination to ensure and develop with his own strength his own existence and that of his family, and to create for himself and his own an existence of just freedom, not only economic, but also political, cultural and religious.
~ Pope Pius (XII)
A busy mother makes slothful daughters.
~ Portuguese Proverb
Cuando la vida se pierde, solo queda, para vosotros y vuestros hijos, lo que de vosotros se dice.
~ Poul Anderson
Sandesh's older sister had sworn to kill him if he touched this album,
~ Pradeep Anand
Before making vaccine mandatory for traders, let ministers, khujliwal and his family members including his children come out in covid centre and all take jab live on camera in the midst of thousand common people who have all to ensure that vaccine bottle and doctor is not of his choice
~ Prafull Sakulani
Pernah kudengar orang kampung bilang : sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Such was the love of this grandson for his grandmother that two years after the death of his mother, when she herself fell gravely ill, he vowed to her that someday he would try to tell the world her life story. 'But why?' she asked humbly. 'I'm no one, just a girl from the coast' 'But you are everyone, Grandma,' the young Pramoedya told her. 'You are all the people who have ever had to fight to make this life their own.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ibu bapak tani—ibu bapak tanah air—akan meratapi putera-puterinya yang terkubur dalam udara terbuka di atas rumput hijau, di bawah naungan langit biru di mana awan putih berarak dan angin bersuling di rumpun bambu. Kemudian tinggallah tulang belulang putih yang bercerita pada musafir lalu, " Di sini pernah terjadi pertempuran. Dan aku mati di sini.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apabila rumah itu rusak, yang menempatinya pun rusak.
~ Pramoedya Ananta Toer
Aku mengeluh. Hatiku tersayat. Aku memang perasa. Dan keluargaku pun terdiri dari makhluk-makhluk perasa.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ibuku tinggal di sarang. Ini bukan rumah. Di negeri matahari ini, bahkan sinar matahari dia tidak kebagian!
~ Pramoedya Ananta Toer
Kudekati ranjang ayahku, kuraba kakinya yang kering. Hatiku tersayat. Bukankah kaki itu dulu seperti kakiku juga dan pernah mengembara ke mana-mana? Dan kini kaki itu terkapar di atas kasur ranjang rumahsakit. Bukan kemauannya. Ya, bukan kemauannya. Rupa-rupanya manusia ini tak selamanya bebas mempergunakan tubuh dan hidupnya. Dan kelak begitu juga halnya dengan kakiku.
~ Pramoedya Ananta Toer
Adat kampung tidak membenarkan seorang anak menyebut nama orang tuanya selagi ia masih bergantung pada mereka - Pembicaraan Dengan Nait, Seorang Wanita Alfuru, Wai Lo
~ Pramoedya Ananta Toer
Biasa: harta dengan kejamnya telah memisahkan ibu dari anak.
~ Pramoedya Ananta Toer
Di dunia ini tak ada sesuatu kegirangan yang lebih besar daripada kegirangan seorang bapak yang mendapatkan anaknya kembali.
~ Pramoedya Ananta Toer
Begitulah, Ann, upacara sederhana bagaimana seorang anak telah dijual oleh ayahnya sendiri, jurutulis Sastrotomo. Yang dijual adalah diriku; Sanikem. Sejak detik itu hilang sama sekali penghargaan dan hormatku pada ayahku; pada siapa saja yang dalam hidupnya pernah menjual anaknya sendiri. Untuk tujuan dan maksud apapun.
~ Pramoedya Ananta Toer
Di atas pelupuh humatita orang damai dalam tidurnya, suami-istri berpelukan, anak-anak berserak tanpa baju tanpa celana. Hanya asap dan asap selimut mereka.
~ Pramoedya Ananta Toer
seorang tua telah mengampuni anaknya sekalipun dia belum menjalani kesalahan, Midah.
~ Pramoedya Ananta Toer
Siapa pun melanggar hak-hak pribadi akan sahaya tantang, Bunda, apalagi hanya seorang abang.
~ Pramoedya Ananta Toer
Fina bara kurang ajar sama Ngama. Jangan kurang ajar sama Ngama. Hormati suamimu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dia tidak beranak, tidak berbini. Kalau perjuangannya menang, mungkin dia telah tewas, dan kemenangannya itu tidak dinikmati apapun di antara keluarganya sendiri, tetapi buat orang-orang lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
Perjalanan yang mengandung banyak peristiwa itu aku nilai berhasil. Kami telah temukan wanita yang kami cari itu. Benar sekali, ibu itu tidak bisa diajak bicara. Kami dapat memahami. Ia terikat pada sumpah Buru. Sampai hari tuanya, tanpa sesuatu harapan pun kecuali mati, ia tetap setia pada sumpahnya; sumpah untuk menyangkal diri, asal, kebudayaan, dan peradaban sendiri. Sumbernya tetap sama; malu kembali pada keluarga.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ya, Ann, aku telah mendendam orang tuaku sendiri. Akan kubuktikan kepada mereka, apa pun yang telah diperbuat atas diriku, aku harus bisa lebih berharga daripada mereka, sekalipun hanya sebagai nyai.
~ Pramoedya Ananta Toer
Capulet! Montague! See what a scourge is laid upon your hate, That heaven finds means to kill your joys with love!
~ Prince