logo

Quotes About Determination

Sometimes being hotheaded and doing it your own way and walking out on all the hot shit might be the right thing to do.
~ Porochista Khakpour
I knew I had to live because, well, I didn't have the imagination to think otherwise.
~ Porochista Khakpour
I want to exude strength and intelligence.
~ Portia de Rossi
I don't know what I want sometimes, But I know that I want to know what I want. I know that once I know what I want I will be able to get it. Of course, I may not want what I get when I get it... But, at least I'll know I don't want that! Then, I can move on to something else I don't know if I want. That's progress!
~ Portia Nelson
I'll often fail; but never willingly.
~ Poul Anderson
You are shameless! Will go far indeed, if no one shoots you first.
~ Poul Anderson
Dood ok ondergang!" Rupert panted.
~ Poul Anderson
he said, and wondered if the engineers would ever be able to find the breaking strength of the human spirit. He felt very near to giving way.
~ Poul Anderson
I won't lie down and die gracefully. I'm far too cowardly for that.
~ Poul Anderson
You'll either be killed, young man, or you'll do something that will force us to step on you, or you'll go far indeed.
~ Poul Anderson
Their spells would bounce like billiard balls off anyone in a state of grace; simply the usual modicum of decency and determination would get a man through.
~ Poul Anderson
A fanatic is a man who, when he's lost sight of his purpose, redoubles his effort.
~ Poul Anderson
Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?
~ Pramoedya Ananta Toer
Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.
~ Pramoedya Ananta Toer
setiap pejuang bisa kalah dan terus-menerus kalah tanpa kemenangan, dan kekalahan itulah gurunya yang terlalu mahal dibayarnya. Tetapi biarpun kalah, selama seseorang itu bisa dinamai pejuang dia tidak akan menyerah. Bahasa Indonesia cukup kaya untuk membedakan kalah daripada menyerah (Prahara Budaya, h. 187)
~ Pramoedya Ananta Toer
Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan. Pada akhirnya perbuatan manusia menentukan, yang mengawali dan mengakhiri. Bagiku, kata-kata hiburan hanya sekedar membasuh kaki. Memang menyegarkan. Tapi tiada arti. Barangkali pada titik inilah kita berpisah...
~ Pramoedya Ananta Toer
Dengan melawan kita takkan sepenuh kalah,
~ Pramoedya Ananta Toer
I will not close my eyes, neither those in my head nor those in my soul, as the ship carries me away, along with my future, my dreams, and my beliefs. Buru Island is no happy land somewhere; it's but a way station on my journey in life—though to believe even that much will require no small measure of hope.
~ Pramoedya Ananta Toer
Negeri Matahari Terbit, negeri Kaisar Meiji itu berseru pada para perantaunya, menganjurkan: Belajar berdiri sendiri! Jangan hanya jual tenaga pada siapa pun! Ubah kedudukan kuli jadi pengusaha, biar kecil seperti apa pun; tak ada modal? berserikat, bentuk modal! belajar kerja sama! bertekun dalam pekerjaan!
~ Pramoedya Ananta Toer
Semua yang baik datang berduyun-duyun. Hanya karena aku sudah memulai. Yang lain-lain akan datang dengan sendirinya. Semua membutuhkan permulaan. Permulaan sudah ditempuh.
~ Pramoedya Ananta Toer
Bagi orang atasan ingat-ingatlah itu Mas Nganten, tambah tinggi tempatnya tambah sakit jatuhnya. Orang rendahan ini boleh jatuh seribu kali, tapi ia selalu berdiri lagi. Dia ditakdirkan untuk sekian kali berdiri setiap hari.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mungkinkah seorang anak yang cengeng dalam perkembangannya barang dua puluh tahun kemudian bisa berubah jadi penentang dan pelawan? Bisa. Penderitaan tak tertanggungkan bisa mengakibatkan tiga macam sikap: menyerah tanpa syarat, melawan, atau membiarkan diri hancur. Mulyati memilih melawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Aku harus tabah, kubisikkan pada diri sendiri. Takkan ada yang menolong kau! Semua setan dan iblis sudah mengepung aku.
~ Pramoedya Ananta Toer
Secacat itu tapi masih berjuang! Mestinya perjuanganku lebih dari dia. Aku tidak cacat. Lebih, mesti! Lebih!
~ Pramoedya Ananta Toer