Quotes About Resilience
Di sana, di kampung nelayan tetesan deras keringat membuat orang tak sempat membuat kehormatan, bahkan tak sempat mendapatkan nasi dalam hidupnya terkecuali jagung tumbuk yang kuning. Betapa mahalnya kehormatan dan nasi.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Aku juga punya tahan air. Jelek-jelek tanah airku sendiri, bumi dan manusia yang menghidupi aku selama ini. Cuma binatang ikut Belanda!
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau mati, dengan berani. Kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya bangsa asing bisa jajah kita.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kudekati ranjang ayahku, kuraba kakinya yang kering. Hatiku tersayat. Bukankah kaki itu dulu seperti kakiku juga dan pernah mengembara ke mana-mana? Dan kini kaki itu terkapar di atas kasur ranjang rumahsakit. Bukan kemauannya. Ya, bukan kemauannya. Rupa-rupanya manusia ini tak selamanya bebas mempergunakan tubuh dan hidupnya. Dan kelak begitu juga halnya dengan kakiku.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Aku harus tabah, kubisikkan pada diri sendiri. Takkan ada yang menolong kau! Semua setan dan iblis sudah mengepung aku.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
As hard as my life has been I have no desire for revenge. If I wish for anything it is for all the things that have been stolen from my life to be returned to me.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Secacat itu tapi masih berjuang! Mestinya perjuanganku lebih dari dia. Aku tidak cacat. Lebih, mesti! Lebih!
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Karena itu, Ann, kau harus kuat. Kalau tidak, orang akan sangat mudah jadi permainan, dan terus dipermainkan oleh orang-orang semacam dia itu.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Alam dan manusia telah membikinnya tidak brdaya dalam umur yang baru setengah abad. Sejak meninggalkan kampung halaman dan keluarga ia hanya mengenal penderitaan, tindasan, dan aniaya. Kami hanya dapat menangis dalam hati. Dan itupun tidak berguna. Orang-orang Jepang yang telah menindasnya sampai ia jadi begitu sekarang mungkin hidup senang di tengah keluargaya. Ya, sejak 1950, mungkin sudah sejak 1945.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kakau mati dengan berani; kalau hidup dengan berani. Kalau keberanian tidak ada itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Bukankah hidup manusia ini tiap hari dicangkul, diendapkan, dan diseret juga seperti gundukan tanah merah itu?
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kala itu kemiskinan selalu melayang-layang di angkasa dan menyambari kepalaku.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Jadi, sudah di tujuan pertama mereka dikurung dan dijaga. Itu tak lain artinya daripada hilangnya sekian banyak kebebasan mereka.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
The basic fact is that for the person without civil rights, death is always present in the background, forever dancing, each second of the day, before his eyes.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mereka membela apa yang mereka anggap menjadi haknya tanpa mengindahkan maut. Semua orang, sampai pun kanak-kanak! Mereka kalah, tapi tetap melawan. Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Pelacur makhluk lemah tanpa pelindung.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
A good author, Mr. Minke, should be able to provide his readers with some joy, not a false joy, but some faith that life is beautiful. While suffering is man-made, and not some natural disaster, then it can surely be resisted by men. Give hope to your readers, to your fellow countrymen.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tak bakal mampu orang Indonesia punya babu dalam keadaan begitu sulit beras.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Hidup sebagai nyai terlalu sulit. Dia cuma seorang budak belian yang kewajibannya hanya memuaskan tuannya. Dalam segala hal! Sebaliknya setiap waktu orang harus bersiap-siap terhadap kemungkinan tuannya sudah merasa bosan. Salah-salah bisa badan diusir dengan semua anak, anak sendiri, yang tidak dihargai oleh umum Pribumi karena dilahirkan tanpa perkawinan syah.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
kalau kau menang, bersiaplah untuk kalah, dan kalau kau kalah, terimalah kekalahan itu dengan hati besar, dan rebutlah kemenangan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dia sangat cinta pada republik, revolusi, dia mencintai kampung halamannya, biarpun busuk-busuk membumbungkan gas lumpur dan kotorannya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Yang berani mengalah terinjak-injak, Bunda.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau aku tak memiliki tubuh indah dan wajah cantik mungkin aku jadi sebagian dari mereka yang dibunuh pelan-pelan itu.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Sungguh mengguncangkan mengetahui adanya sejumlah orang yang sejak perawan remaja sampai jadi nenek tetap terbelenggu oleh perbuatan keji balatentara Jepang. Di masa kemajuan tekhnologi semaju sekarang ini.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
