logo

Quotes About Defiance

Come and take them
~ Plutarch
Sometimes being hotheaded and doing it your own way and walking out on all the hot shit might be the right thing to do.
~ Porochista Khakpour
Dood ok ondergang!" Rupert panted.
~ Poul Anderson
I won't lie down and die gracefully. I'm far too cowardly for that.
~ Poul Anderson
Kalau mati, dengan berani; kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kita telah melawan Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Setiap ketidakadilan harus dilawan, walaupun hanya dalam hati.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dengan melawan kita takkan sepenuh kalah,
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau mengabdi pada tanah ini, tanah yang memberimu nasi dan air. Tapi para raja dan para pengeran dan para bupati sudah jual tanah keramat ini pada Belanda. Kau hanya baru sampai melawan para raja, para pangeran, dan para bupati. Satu turunan tidak bakal selesai. Kalau para raja, pangeran, dan bupati sudah dikalahkan, baru kau bisa berhadapan pada Belanda. Entah berapa turunan lagi. Tapi kerja itu mesti dimulai.
~ Pramoedya Ananta Toer
Melawan pada yang berilmu dan pengetahuan adalah menyerahkan diri pada maut dan kehinaan
~ Pramoedya Ananta Toer
Mungkinkah seorang anak yang cengeng dalam perkembangannya barang dua puluh tahun kemudian bisa berubah jadi penentang dan pelawan? Bisa. Penderitaan tak tertanggungkan bisa mengakibatkan tiga macam sikap: menyerah tanpa syarat, melawan, atau membiarkan diri hancur. Mulyati memilih melawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Aku juga punya tahan air. Jelek-jelek tanah airku sendiri, bumi dan manusia yang menghidupi aku selama ini. Cuma binatang ikut Belanda!
~ Pramoedya Ananta Toer
Apa guna belajar ilmu dan pengetahuan Eropa, bergaul dengan orang-orang Eropa, kalau akhirnya toh harus merangkak, beringsut seperti keong dan menyembah seorang raja kecil yang barang kali buta huruf pula! God, God! Menghadap bupati sama dengan bersiap menampung penghinaan tanpa boleh membela diri. Tak pernah aku memaksa orang lai berbuat semacam itu terhadapku. Mengapa harus kulakukan untuk orang lain? Sambar gledek!
~ Pramoedya Ananta Toer
Kakau mati dengan berani; kalau hidup dengan berani. Kalau keberanian tidak ada itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita.
~ Pramoedya Ananta Toer
Jadi, sudah di tujuan pertama mereka dikurung dan dijaga. Itu tak lain artinya daripada hilangnya sekian banyak kebebasan mereka.
~ Pramoedya Ananta Toer
The basic fact is that for the person without civil rights, death is always present in the background, forever dancing, each second of the day, before his eyes.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mereka membela apa yang mereka anggap menjadi haknya tanpa mengindahkan maut. Semua orang, sampai pun kanak-kanak! Mereka kalah, tapi tetap melawan. Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mbok, kau mau lawan kejahatan nini dengantanganmu, tapi kau tak mampu. Maka itu kau lawan dengan lidahmu. Kaupun tak mampu. Kemudian kau cuma lawan dengan hatimu. Setidak-tidaknya kau melawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ah, itu serdadu manja kalau menang perang sekali saja! Kemenanganku lebih dari padanya. Aku pernah menguasai dia hanya karena aku tidak seperti perempuan-perempuan lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mereka membela apa yang menjadi haknya tanpa mengindahkan maut.
~ Pramoedya Ananta Toer
Yang berani mengalah terinjak-injak, Bunda.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau Dedes tidak takut padamu. Apalagi pada pengawal-pengawalmu. Akupun bisa memerintah mereka!
~ Pramoedya Ananta Toer
Hamba hukum itu, Ann, dia tak bisa dilawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Suatu rahasia yang tak dapat aku pecahkan. Mereka tetap bertempur, bukan hanya melawan Kompeni, juga melawan kehancurannya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer