logo

Quotes About Morality

Mendapat upah kerena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?
~ Pramoedya Ananta Toer
Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dan kini, Adikku, kini terasa betul oleh kita, pahit sungguh hidup di dunia ini, bila kita selalu ingat pada kejahatan orang lain. Tapi untuk kita sendiri, Adikku, bukankah kita tidak perlu menjahati orang lain?
~ Pramoedya Ananta Toer
Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati. (Mama, 4)
~ Pramoedya Ananta Toer
Seorang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan,
~ Pramoedya Ananta Toer
Juga jangan jadi kriminil dalam percintaan-yang menaklukan wanita ddengan gemerincing ringgit,kilau harta dan pangkat.Lelaki belakangan ini adalah juga kriminil,sedang perempuan yang tertaklukan hanya pelacur.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apa gunanya memaki? Mereka memang anjing. Mereka memang binatang. Dulu bisa mengadu, dulu ada pengadilan. Dulu ada polisi, kalau duit kita dicolong tetangga kita. Apa sekarang? Hakim-hakim, jaksa-jaksa yang sekarang juga nyolong kita punya. Siapa mesti mengadili kalau hakim dan jaksanya sendiri pencuri?
~ Pramoedya Ananta Toer
apa yang sudah dibaca Kartini digenggamnya terus di dalam tangannya, dan ikut memperkuat moralnya
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminil, biar pun dia sarjana.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dengarkan sahaya punya cerita. Cuma satu yang dikehendaki Allah, Mas Nganten, yaitu supaya orang ini baik. Buat itu ada agama. Buat itu orang-orang berkiblat kepada-Nya. Tapi nyatanya kehendak Allah yang satu itu itu saja tidak seluruhnya terpenuhi. Di dunia ini terlalu banyak orang jahat.
~ Pramoedya Ananta Toer
Makin jauh dari Mahadewa dia (manusia) makin kejam.
~ Pramoedya Ananta Toer
Siapa yang dapat ramalkan bagaimana jadinya bayi? Jadi nabi atau bajingan, atau jadi sekedar tambahan isi dunia.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau biarkan suamiku merampas istri orang; itu berarti kau ikut membangunkan kejahatan, kerusuhan, dan malapetaka.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain?
~ Pramoedya Ananta Toer
Mengkhianati pengkhianat bukan pengkhianatan, Nyonya - Rodjali
~ Pramoedya Ananta Toer
Sejak jaman Nabi memang sudah ada hamba-hamba iblis. Maling. Siapa heran ada maling selama iblis ada? Tapi malingpun butuh kehormatan, semakin dia tidak punya kehormatan diri.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau suka berbicara tentang keindahan. Dimana keindahan suatu kekejaman?
~ Pramoedya Ananta Toer
Hati bersih dan kemauan baik, dan kemampuan melaksanakannya, justru yang dicari para bandit. Hati bersih dan kemauan baik, dan kemampuan melaksanakannya belum mencukupi, Nyo, Nak. Belum, masih jauh. Dalam kenyataannya sampai sekarang ini apa kurang cukup banyak orang menggunakan Jesus untuk menindas? Waspadalah.
~ Pramoedya Ananta Toer
seorang tanpa prinsip adalah sehina-hina orang, manusia setengik-tengiknya,
~ Pramoedya Ananta Toer
Satu-satunya bukti pembesar Jawa tidak berniat punya harem hanya dengan beristri orang Eropa, Totok atau Indo. Dengannya ia tak bakal bermadu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dalam pencurian dan pembunuhan tidak pernah ada ampun.
~ Pramoedya Ananta Toer
Bukan ucapannya yang terakhir yang menjadi nilai dari seluruh dirinu. Laku durjana pada semua temannya adalah dosa yang tidak terampuni. Selama ada senjata pada kita seperti ini, kita adalah satria, sekalipun tidak karena kasta.
~ Pramoedya Ananta Toer
An educated person must learn to act justly, beginning, first of all, with his thoughts, then later in his deeds. That is what it means to be educated.
~ Pramoedya Ananta Toer
People must be just and fair, starting with what they thought.
~ Pramoedya Ananta Toer