Quotes About Sacrifice
Tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaranMu. Semua puji-pujian untukMu dimungkinkan hanya oleh titik darah, keringat dan erang kesakitan wanita yang sobek bagian badannya karena melahirkan kehidupan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Ibu bapak tani—ibu bapak tanah air—akan meratapi putera-puterinya yang terkubur dalam udara terbuka di atas rumput hijau, di bawah naungan langit biru di mana awan putih berarak dan angin bersuling di rumpun bambu. Kemudian tinggallah tulang belulang putih yang bercerita pada musafir lalu, " Di sini pernah terjadi pertempuran. Dan aku mati di sini.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
tetapi berbahagialah orang yang kuat menderita segala kesengsaraan untuk keperluan nusa dan bangsa
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Ibuku tinggal di sarang. Ini bukan rumah. Di negeri matahari ini, bahkan sinar matahari dia tidak kebagian!
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Di sana, di kampung nelayan tetesan deras keringat membuat orang tak sempat membuat kehormatan, bahkan tak sempat mendapatkan nasi dalam hidupnya terkecuali jagung tumbuk yang kuning. Betapa mahalnya kehormatan dan nasi.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau kita menang perang, semua kita dapat rumah baik. Tapi sekarang negara lebih butuh uang dari pada kita semua.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Berkhianat pada revolusi ini berarti berkhianat pada diri sendiri, pada publik yang membayarnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau di antara lima puluh orang cuma tiga orang yang ingin jadi guru, siapakah yang akan mengajar anak-anakmu nanti?.... ....Kalau engkau tidak yakin betul, lepaskan cita-citamu untuk jadi guru itu.... ....seorang guru adalah kurban -- kurban untuk selama-lamanya. Dan kewajibannya terlampau berat -- membuka sumber kebajikan yang tersembunyi dalam tubuh anak-anak bangsa.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Begitulah, Ann, upacara sederhana bagaimana seorang anak telah dijual oleh ayahnya sendiri, jurutulis Sastrotomo. Yang dijual adalah diriku; Sanikem. Sejak detik itu hilang sama sekali penghargaan dan hormatku pada ayahku; pada siapa saja yang dalam hidupnya pernah menjual anaknya sendiri. Untuk tujuan dan maksud apapun.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tak bakal mampu orang Indonesia punya babu dalam keadaan begitu sulit beras.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mengapa membuka ladang sejauh ini? Kalau deka(t) kampon(g) habis dimakan(g) babi sendiri. Di sini babi hutan(g) yang ditunggu. Orang kampon(g) bikin ladan(g) sambil cari daging.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dia sangat cinta pada republik, revolusi, dia mencintai kampung halamannya, biarpun busuk-busuk membumbungkan gas lumpur dan kotorannya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dan apa bisa diperoleh dalam hidup ini tanpa bea? Semua harus dibayar, atau ditebus, juga sependek-pendek kebahagiaan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Orang Jawa sujud berbakti kepada yang lebih tua, lebih berkuasa, satu jalan pada penghujung keluhuran. Orang harus berani mengalah, Gus.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Yang berani mengalah terinjak-injak, Bunda.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Revolusi ini tidak memberi sesuatu pun, dia minta kepada setiap orang, segala-galanya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tiap mata murah, saudara, dan jiwa tiga kali lebih murah. Dan bertambah banyak Amerika mendatangkan peluru, bertambah turun jiwa manusia.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dia tidak beranak, tidak berbini. Kalau perjuangannya menang, mungkin dia telah tewas, dan kemenangannya itu tidak dinikmati apapun di antara keluarganya sendiri, tetapi buat orang-orang lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Bakal jadi apa kau ini kalau aku tidak sanggup bersikap keras? Terhadap siapa saja. Dalam hal ini biar cuma aku yang jadi kurban, sudah kurelakan jadi budak belian. Kaulah yang terlalu lemah, Ann, berbelas kasihan tidak pada tempatnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Perjalanan yang mengandung banyak peristiwa itu aku nilai berhasil. Kami telah temukan wanita yang kami cari itu. Benar sekali, ibu itu tidak bisa diajak bicara. Kami dapat memahami. Ia terikat pada sumpah Buru. Sampai hari tuanya, tanpa sesuatu harapan pun kecuali mati, ia tetap setia pada sumpahnya; sumpah untuk menyangkal diri, asal, kebudayaan, dan peradaban sendiri. Sumbernya tetap sama; malu kembali pada keluarga.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mati adalah gampang, Calon Arang. Tetapi mati itu tidak berguna kalau tidak membawa kesucian.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Prabarini selama-lamanya adalah kekasihku. Hanya karena aku bukan raja, aku tak dapat mempertahankannya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tak pernah ada perang untuk perang. Ada banyak bangsa yang berperang bukan hendak keluar sebagai pemenang. Mereka turun ke medan perang dan berguguran berkeping-keping seperti bangsa Aceh sekarang ini...ada sesuatu yang dibela, sesuatu yang lebih berharga daripada hanya mati, hidup atau kalah-menang.
~ Pramoedya Toer
BazillionQuotes.com
I would die for you
~ Prince
BazillionQuotes.com
