logo

Quotes About Strength

Ibuku tinggal di sarang. Ini bukan rumah. Di negeri matahari ini, bahkan sinar matahari dia tidak kebagian!
~ Pramoedya Ananta Toer
Seganas-ganasnya laut dia lebih pemurah dari hati priayi.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mereka berjabat tangan, seperti gunung berjabatan dengan samudera. Mereka hanya dua gumpal daging kecil, tetapi jiwanya lebih besar dari gunung, lebih luas dari laut, karena kereka ikut melahirkan sesuatu yang nenek-moyangnya dan bangsa-bangsa lain tidak atau belum melahirkannya: kemerdekaan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Aku harus tabah, kubisikkan pada diri sendiri. Takkan ada yang menolong kau! Semua setan dan iblis sudah mengepung aku.
~ Pramoedya Ananta Toer
Secacat itu tapi masih berjuang! Mestinya perjuanganku lebih dari dia. Aku tidak cacat. Lebih, mesti! Lebih!
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau ada persatuan semua bisa kita kerjakan, jangankan rumah, gunung dan laut bisa kita pindahkan - Ranta
~ Pramoedya Ananta Toer
Karena itu, Ann, kau harus kuat. Kalau tidak, orang akan sangat mudah jadi permainan, dan terus dipermainkan oleh orang-orang semacam dia itu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kadang-kadang manusia ini tak kuasa melawan kenang-kenangannya sendiri. Dan tersenyum aku oleh keinsyafan itu. Ya, kadang-kadang tak sadar manusia terlampau kuat dan menenggelamkan kesadarannya. Aku tersenyum lagi.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tugas dokter Pribumi bukan saja menyembuhkan tubuh terluka dan menanggung sakit, juga jiwanya, juga hari depannya. Siapa akan melakukannya kalau bukan para terpelajar? Dan bukankah satu ciri manusia modern adalah juga kemenangan individu atas lingkungannya dengan prestasi individual? Individu-individu kuat sepatutnya bergabung, mengangkat sebangsanya yang lemah, memberinya lampu pada kegelapan dan memberi mata yang buta.
~ Pramoedya Ananta Toer
Pelacur makhluk lemah tanpa pelindung.
~ Pramoedya Ananta Toer
Bagi wanita muda, Mas Nganten, sebenarnya tak ada kesulitan hidup di dunia, apalagi kalau ia canti, dan rodi sudah tak ada lagi.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mbok, kau mau lawan kejahatan nini dengantanganmu, tapi kau tak mampu. Maka itu kau lawan dengan lidahmu. Kaupun tak mampu. Kemudian kau cuma lawan dengan hatimu. Setidak-tidaknya kau melawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tak bakal mampu orang Indonesia punya babu dalam keadaan begitu sulit beras.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ah, itu serdadu manja kalau menang perang sekali saja! Kemenanganku lebih dari padanya. Aku pernah menguasai dia hanya karena aku tidak seperti perempuan-perempuan lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apakah yang bisa diperbuat oleh seorang perempuan?
~ Pramoedya Ananta Toer
Yang berani mengalah terinjak-injak, Bunda.
~ Pramoedya Ananta Toer
Yang lebih muda belum tentu lebih tidak tahu, belum tentu lebih pengecut dari pada kau.
~ Pramoedya Ananta Toer
Barang siapa tidak tahu kekuatan dirinya, tidak tahu kelemahan dirinya. Barang siapa tidak tahu kedua-duanya, dia pusing dalam ketidaktahuannya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Lebih baik dan paling baik adalah memohon kepada ALlah, sampai berapalah kekuasaan manusia, apalagi orang kulit pulih pula.
~ Pramoedya Ananta Toer
Sungguh mengguncangkan mengetahui adanya sejumlah orang yang sejak perawan remaja sampai jadi nenek tetap terbelenggu oleh perbuatan keji balatentara Jepang. Di masa kemajuan tekhnologi semaju sekarang ini.
~ Pramoedya Ananta Toer
Bakal jadi apa kau ini kalau aku tidak sanggup bersikap keras? Terhadap siapa saja. Dalam hal ini biar cuma aku yang jadi kurban, sudah kurelakan jadi budak belian. Kaulah yang terlalu lemah, Ann, berbelas kasihan tidak pada tempatnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Satria hidup dari ketakutan dunia, maka ia terus juga takut-takuti dunia.
~ Pramoedya Ananta Toer
Memang bukan nyai sembarang nyai. Dia hadapi aku, siswa H.B.S, tanpa merasa rendah diri. Dia punya keberanian nyatakan pendapat. Dan dia sadar akan kekuatan pribadinya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Aku semakin banyak berdoa, karena hanya itulah yang dapat kuusahakan, berdoa dan berdoa. Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah hanya pada Tuhan juga orang berseru?
~ Pramoedya Ananta Toer