Quotes About Independence
Jangan panggil aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki... Namun bukan berarti aku tak butuh lelaki untuk aku cintai...
~ Pramoedya A. Toer
BazillionQuotes.com
Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai. (Nyai Ontosoroh)
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau mati, dengan berani; kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kita telah melawan Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Jangan hanya ya-ya-ya. Tuan terpelajar, bukan yes-man. Kalau tidak sependapat, katakan. Belum tentu kebenaran ada pada pihakku ...
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Semua yang terjadi d bawah kolong langit adalah urusan setiap orang yang berpikir
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Saya masih berpendapat bahwa Multatuli besar jasanya kepada bangsa Indonesia, karena dialah yang menyadarkan bangsa Indonesia bahwa mereka dijajah. Sebelumnya, di bawah pengaruh Jawanisme, kebanyakan orang Indonesia bahkan tidak merasa bahwa mereka dijajah.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Masa lalu tak perlu jadi beban, bila tak sudi jadi pembantu.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Negeri Matahari Terbit, negeri Kaisar Meiji itu berseru pada para perantaunya, menganjurkan: Belajar berdiri sendiri! Jangan hanya jual tenaga pada siapa pun! Ubah kedudukan kuli jadi pengusaha, biar kecil seperti apa pun; tak ada modal? berserikat, bentuk modal! belajar kerja sama! bertekun dalam pekerjaan!
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
apa yang sudah dibaca Kartini digenggamnya terus di dalam tangannya, dan ikut memperkuat moralnya
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Semua yang terjadi di bawah kolong langit adalah urusan setiap orang yang berpikir.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dan dengan langkah berat pergilah aku meninggalkan rumahsakit itu; rumah tempat orang yang tak bebas mempergunakan tubuh dan hidupnya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Aku juga punya tahan air. Jelek-jelek tanah airku sendiri, bumi dan manusia yang menghidupi aku selama ini. Cuma binatang ikut Belanda!
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau mati, dengan berani. Kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya bangsa asing bisa jajah kita.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mereka berjabat tangan, seperti gunung berjabatan dengan samudera. Mereka hanya dua gumpal daging kecil, tetapi jiwanya lebih besar dari gunung, lebih luas dari laut, karena kereka ikut melahirkan sesuatu yang nenek-moyangnya dan bangsa-bangsa lain tidak atau belum melahirkannya: kemerdekaan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Memerintah pekerja pun kau tidak bisa karena kau tak bisa memerintah dirimu sendiri, Memerintah diri sendiri kau tak bisa karena kau tak mau bekerja.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Apa guna belajar ilmu dan pengetahuan Eropa, bergaul dengan orang-orang Eropa, kalau akhirnya toh harus merangkak, beringsut seperti keong dan menyembah seorang raja kecil yang barang kali buta huruf pula! God, God! Menghadap bupati sama dengan bersiap menampung penghinaan tanpa boleh membela diri. Tak pernah aku memaksa orang lai berbuat semacam itu terhadapku. Mengapa harus kulakukan untuk orang lain? Sambar gledek!
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Adat kampung tidak membenarkan seorang anak menyebut nama orang tuanya selagi ia masih bergantung pada mereka - Pembicaraan Dengan Nait, Seorang Wanita Alfuru, Wai Lo
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tiap pemuda Indonesia bisa melakukan segala perjuangan dan pekerjaan kalau dia mau - Pak Komandan
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
