logo

Quotes About Wisdom

Siapakah yang tahu rahasia para dewa kalau bukan kaum brahmana?
~ Pramoedya Ananta Toer
Orang tak bisa berhati-hati setiap saat buat seumur hidupnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mengapa yang tidak setuju tak dapat mengekang nafsu menghina? Antara kita sendiri, kalau hanya hendak menghina pun tidak semua bisa berdiri sama tinggi. Penghinaan yang bodoh hanya akan memukul diri sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ada diajarkan oleh kaum brahmana: orang kaya terkesan pongah di mata si miskin, orang bijaksana terkesan angkuh di mata si dungu, orang gagah-berani terkesam dewa di mata si pengecut, juga sebaliknya Kakanda, orang miskin tak berkesan apa-apa pada si kaya, orang dungu terkesan mengibakan pada si bijaksana, orang pengecut terkesan hina pada si gagah-berani. Tetapi semua kesan itu salah. Orang harus mengenal mereka lebih dahulu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mereka (brahmana) tidak perlu takut pada kedunguan. Mereka belajar setiap hari untuk tidak jadi dungu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatakan pada seseorang atau pada siapapun
~ Pramoedya Ananta Toer
Orang Jawa sujud berbakti kepada yang lebih tua, lebih berkuasa, satu jalan pada penghujung keluhuran. Orang harus berani mengalah, Gus.
~ Pramoedya Ananta Toer
Yang lebih muda belum tentu lebih tidak tahu, belum tentu lebih pengecut dari pada kau.
~ Pramoedya Ananta Toer
You must first of all think justly. Don't sit in judgment over others when you don't know the truth of the matter.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tombak dan parang baru harus diberkati oleh orang yang punya ludah tua atau air tua. Di saat mereka mengatakan itu tangan mereka menunjuk kearah bukit-bukit ini sebagai kiblat.
~ Pramoedya Ananta Toer
Seorang ibu yang bijaksana dan berwibawa seperti Nyai memang dibutuhkan oleh setiap anak, dan dara cantik tiada bandingan dibutuhkan oleh setiap pemuda.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mati adalah gampang, Calon Arang. Tetapi mati itu tidak berguna kalau tidak membawa kesucian.
~ Pramoedya Ananta Toer
Para dewa mengejawantahkan diri pada dunia melalui syaktinya, ketidakbijaksanaan manusia mengejawantahkan diri dalam kerusuhan lingkungannya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kita akan belajar Tanca. Kemudian kita akan tahu lebih banyak, mengalahkan lebih gemilang.
~ Pramoedya Ananta Toer
Suamiku tidak takut padaku sebagai wanita, dia tetap takut padaku sebagai brahmani, karena Dedes tahu apa yang suaminya tidak tahu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tak ada brahmana angkuh, mereka hanya lebih mengerti, lebih tahu dari pada orang yang menganggap pengetahuan dan ilmu sebagai keangkuhan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Hanya orang yang mengenal tata hidup dunia lain, sekalipun hanya melalui bacaan, dapat menilai tata hidupnya sendiri
~ Pramoedya Ananta Toer
Tak ada yang tahu apakah prajurit-prajurit itu Syiwa atau Wisynu, boleh jadi bahkan Buddha. Tidak ada yang mengetahui hati manusia secara tepat.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apa sebabnya dunia menghormati Satria?" "Tidak banyak Satria yang dihormati." "Tidak banyak?" "Terlalu sedikit. Mereka adalah yang bijaksana. Selebihnya tidak pernah dihormati dunia, hanya ditakuti. Mereka ditakuti karena semua Satria adalah pembunuh, penganiaya, penyiksa karena kerakusannya pada kebesaran dunia. Hanya yang bijaksana yang dengarkan petunjuk Dewa, petunjuk Hyang Yama.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apa sebabnya ketakutan Bapak Mahaguru? Bukankah itu juga pendapat sendiri? Dan apalah gunanya mengetahui, berpendapat, kemudian takut padanya? Lihatlah ini murid Bapa sudah bicara.
~ Pramoedya Ananta Toer
Pengertian adalah hidup. Hidup adalah dihidupi dan menghidupi.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kami berhak untuk tidak menjadi bodoh.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kekuatan pikiran yang memimpin, bukan hanya keberanian dan teror,
~ Pramoedya Ananta Toer
kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua.
~ Pramoedya Ananta Toer