logo

Quotes About Mortality

A dead man cannot bite.
~ Pompey
I am able to follow my own death step by step. Now I move softly towards the end.
~ Pope John (XXIII)
Somebody should tell us, right at the start of our lives, that we are dying. Then we might live life to the limit, every minute of every day. Do it! I say. Whatever you want to do, do it now! There are only so many tomorrows.
~ Pope Paul VI
And what was I if not death's ghostwriter?
~ Poppy Z. Brite
Happier are all men than the beings of faerie – or the gods, for that matter,' he said. 'Better a life like a falling star, brief and bright across the dark, than the long, long waiting of the immortals, loveless and cheerlessly wise.
~ Poul Anderson
We chatter thus, while miracles go on. Perhaps the saints can pass eternity enrapt in solemn bliss; but we are mortal.
~ Poul Anderson
Il mondo è solo carne che si va putrefacendo su un teschio- mormorò la troll
~ Poul Anderson
I'm only certain that nothing is forever. No matter how carefully you design a system, it will go bad and die.
~ Poul Anderson
I think you look on death as your friend,' she murmured. 'It is a strange friend for a young man to have.' 'The only faithful friend in all the world,' he said bitterly. 'Death is the only one sure to be at your side.
~ Poul Anderson
Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali.
~ Pramoedya Ananta Toer
Di dunia ini manusia bukan berduyun-duyun lahir dan berduyun-duyun pula kembali pulang. Seorang-seorang mereka datang. Seorang-seorang mereka pergi. Dan yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya terbang entah ke mana.
~ Pramoedya Ananta Toer
Di balik setiap kehormatan mengintip kebinasaan. Di balik hidup adalah maut. Di balik persatuan adalah perpecahan. Di balik sembah adalah umpat. Maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. Jangan terima kehormatan atau kebinasaan sepenuhnya. Jalan tengah—jalan ke arah kelestarian.
~ Pramoedya Ananta Toer
Selama orang masih suka bekerja, dia masih suka hidup dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut.
~ Pramoedya Ananta Toer
Perang, kekuasaan, kekayaan, seperti unggun api dalam kegelapan dan orang berterbangan untuk mati tumpas di dalamnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mengapa orang ini tak ramai-ramai lahir dan ramai-ramai mati? Aku ingin dunia ini seperti pasar malam
~ Pramoedya Ananta Toer
Sekarang, kepalaku membayangkan kuburan, tempat manusia yang terakhir. Tapi kadang-kadang manusia tak mendapat tempat dalam kandungan bumi. Ya, kadang-kadang. Pelaut, prajurit di zaman perang, sering mereka tak mendapat tempat tinggal terakhir. Dalam kepalaku membayangkan, kalau ayah yang tak mendapatkan tempat itu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Akhirnya manusia ini mati juga. Mati. Sakit.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ya, mengapa kita ini harus mati seorang diri? Lahir seirang diri pula? Dan mengapa kita ini harus hidup di satu dunia yang banyak manusianya? Dan kalau kita sudah manusia, dan orang itu pun mencintai kita. Seperti mendiang kawan kita itu misalnya–mengapa kemudian kita harus bercerai-cerai dalam maut. Seorang. Seorang. Seorang. Dan seorang lagi lahir. Seorang lagi. Seorang lagi. Mengapa orang ini tak ramai-ramai lahir dan ramai-ramai mati? Aku ingin dunia ini seperti Pasarmalam.
~ Pramoedya Ananta Toer
Hidup yang berarti, dan mati lebih berarti lagi.
~ Pramoedya Ananta Toer
The ethics of excellence require a sense of perspective. Look at the big picture. If you live for the moment, do you mortgage the future? What happens if you put your reputation at risk . . . and lose the bet?
~ Price Pritchett
The aims of life are the best defense against death.
~ Primo Levi
Painful recollections are always of the dead. And the dead decompose rapidly, and there remains even in the proximity of their tombs nothing but the beauty of nature, silence, the purity of air.
~ Proust, Marcel
Medicine cures the man who is fated not to die.
~ Proverb
I know that I am mortal by nature, and ephemeral; but when I trace at my pleasure the windings to and fro of the heavenly bodies I no longer touch the earth with my feet: I stand in the presence of Zeus himself and take my fill of ambrosia
~ Ptolemy