logo

Quotes About Reflection

Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah
~ Pramoedya Ananta Toer
Harus adil sejak dalam pikiran, jangan ikut-ikutan jadi hakim tentang perkara yang tidak diketahui benar-tidaknya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kudekati ranjang ayahku, kuraba kakinya yang kering. Hatiku tersayat. Bukankah kaki itu dulu seperti kakiku juga dan pernah mengembara ke mana-mana? Dan kini kaki itu terkapar di atas kasur ranjang rumahsakit. Bukan kemauannya. Ya, bukan kemauannya. Rupa-rupanya manusia ini tak selamanya bebas mempergunakan tubuh dan hidupnya. Dan kelak begitu juga halnya dengan kakiku.
~ Pramoedya Ananta Toer
Manusia terlalu sering bertepuk hanya sebelah tangan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tak ada yang bisa bantah Sri Erlangga seorang pembangun besar. Satu yang pada waktunya akan Bapa Mahaguru katakan: hanya satu yang tidak pernah dibangunkannya kedudukan kaum brahmana...
~ Pramoedya Ananta Toer
Kemudian malam melanjutkan tugasnya: kosong dari segala perasaan
~ Pramoedya Ananta Toer
Ada kalanya orang tak bisa menahan keberangan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kadang-kadang manusia ini tak kuasa melawan kenang-kenangannya sendiri. Dan tersenyum aku oleh keinsyafan itu. Ya, kadang-kadang tak sadar manusia terlampau kuat dan menenggelamkan kesadarannya. Aku tersenyum lagi.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ya, alangkah indah masa kecil yang lalu. Dan kini aku menembangkan keindahan dalam kenang-kenangan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Beyond twilight comes a beautiful night, the kind of night the weary dream of. And to all my good friends, to those who have already gone to the back side of the mirror, I bow my head.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mengapa yang tidak setuju tak dapat mengekang nafsu menghina? Antara kita sendiri, kalau hanya hendak menghina pun tidak semua bisa berdiri sama tinggi. Penghinaan yang bodoh hanya akan memukul diri sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
Hidup ini Anakku, hidup ini tak ada harganya sama sekali. Tunggulah saatnya, dan kelak engkau akan berpikir, bahwa sia-sia saja Tuhan menciptakan manusia di dunia ini.
~ Pramoedya Ananta Toer
Akibat perbuatan durhaka satu orang, berapa orang menanggung aniaya? Berapa orang? Termasuk si durhaka itu sendiri - Ranta
~ Pramoedya Ananta Toer
Mereka (brahmana) tidak perlu takut pada kedunguan. Mereka belajar setiap hari untuk tidak jadi dungu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Setiap kerusuhan di sesuatu negeri, bukan hanya Tumampel, adalah cerminan dari ketidakmampuan yang memerintah.
~ Pramoedya Ananta Toer
Menyedihkan sekiranya di antara parasiswa sebagai terpelajar puncak Pribumi, merasa tak ada sesuatu yang patut dibela pada Pribumi sebangsa sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau benar, Minke, wujud dan wajah manusia itu tetap sama, tidak lebih baik daripada di jaman-jaman sebelumnya. Khotbah-khotbah di gereja juga memperingatkan itu berulang-ulang. Dia tetap tinggal makhluk yang tak tahu apa sesungguhnya dia kehendaki. Semakin sibuk orang mencari-cari dan menemukan, semakin jelas, bahwa dia sebenarnya diburu-buru oleh kegelisahan hati sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
Namun, kejahatannya juga tidak boleh dilupakan begitu saja karena jasa beberapa orang.
~ Pramoedya Ananta Toer
Setiap penjahat harus diperlihatkan pada mereka yang telah dijahatinya, biar orang mengerti tampang dan sanubari penjahat!
~ Pramoedya Ananta Toer
Keindahannya ada dalam kenang-kenangan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Hanya orang yang mengenal tata hidup dunia lain, sekalipun hanya melalui bacaan, dapat menilai tata hidupnya sendiri
~ Pramoedya Ananta Toer
Dan rangsang hidup itu ogah dibius padam begitu saja: lihatlah, bukan saja kerjamu belum selesai, yang selesai pun terlalu banyak cacat dan cela. Imajinasi saja tidak cukup. Kau harus tinggal hidup, paling tidak tiga puluh tahun lagi. Sertai dan saksikan akhir dari semua ini!
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau harus selalu kelihatan cantik, Nyai. Muka yang kusut dan pakaian berantakan juga pencerminan perusahaan yang kusut-berantakan, tak dapat dipercaya.
~ Pramoedya Ananta Toer
The Unfinished Memoirs,
~ Pranab Mukherjee