logo

Quotes About Justice

Kau terpelajar, Minke, Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Itulah memang arti terpelajar itu. . . .
~ Pramoedya Ananta Toer
All we can do is pray, Ma, pray. No, Child, these are the deeds of human beings. Planned by the brains of humans, and by the warped hearts of humans. It is to people we must speak our words. God has never sided with the defeated.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apa gunanya memaki? Mereka memang anjing. Mereka memang binatang. Dulu bisa mengadu, dulu ada pengadilan. Dulu ada polisi, kalau duit kita dicolong tetangga kita. Apa sekarang? Hakim-hakim, jaksa-jaksa yang sekarang juga nyolong kita punya. Siapa mesti mengadili kalau hakim dan jaksanya sendiri pencuri?
~ Pramoedya Ananta Toer
Bersikap adillah sejak dalam pikiran. Jangan menjadi hakim bila kau belum tahu duduk perkara yang sebenarnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
kau harus bertindak terhadap siapa saja yang mengambil seluruh atau sebagian dari milikmu, sekali pun hanya segumpil batu yang tergeletak di bawah jendela. Bukan karena batu itu sangat berharga bagimu. Azasnya: mengambil milik tanpa ijin: pencurian; itu tidak benar, harus dilawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Aku bangga menjadi seorang liberal, Tuan, liberal konsekwen. Memang orang lain menamainya liberal keterlaluan. Bukan hanya tidak suka ditindas, tidak suka menindas, lebih dari itu: tidak suka adanya penindasan ....
~ Pramoedya Ananta Toer
Tak pernah aku mengadili tanpa tahu duduk perkara.
~ Pramoedya Ananta Toer
Perdagangan membikin orang terbebas dari pangkat-pangkat, tak membeda-bedakan sesama manusia, apakah dia pembesar atau bawahan, bahkan budak pun. Pedagang berpikiran cepat. Mereka menghidupkan yang beku dan menggiatkan yang lumpuh
~ Pramoedya Ananta Toer
Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran,apalagi dalam perbuatan (Pramoedya Ananta Toer)
~ Pramoedya Ananta Toer
Bahwa orang yang punya itu banyak menimbulkan kesusahan pada yang tak punya. Dan mereka tak merasai ini.
~ Pramoedya Ananta Toer
Terpelajar itu sudah harus adil semenjak dalam pikiran
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminil, biar pun dia sarjana.
~ Pramoedya Ananta Toer
Harus adil sejak dalam pikiran, jangan ikut-ikutan jadi hakim tentang perkara yang tidak diketahui benar-tidaknya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Pendapat umum perlu dan harus diindahkan, dihormati, kalau benar. Kalau salah, mengapa dihormati dan diindahkan? Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Itulah memang arti terpelajar itu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mengkhianati pengkhianat bukan pengkhianatan, Nyonya - Rodjali
~ Pramoedya Ananta Toer
Mereka membela apa yang mereka anggap menjadi haknya tanpa mengindahkan maut. Semua orang, sampai pun kanak-kanak! Mereka kalah, tapi tetap melawan. Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Di sini ada hukum. Kalau hukum tidak ditaati lagi, mari, mari kita panggil hakim.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kesalahan tindakan tidak pernah terampuni, kecuali hanya oleh Hyang Mahadewa. Untuk itu a?a Mahadewa, karena manusia tidak bersikap pengampun.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mereka membela apa yang menjadi haknya tanpa mengindahkan maut.
~ Pramoedya Ananta Toer
Siapa pun melanggar hak-hak pribadi akan sahaya tantang, Bunda, apalagi hanya seorang abang.
~ Pramoedya Ananta Toer
Revolusi ini tidak memberi sesuatu pun, dia minta kepada setiap orang, segala-galanya.
~ Pramoedya Ananta Toer
You must first of all think justly. Don't sit in judgment over others when you don't know the truth of the matter.
~ Pramoedya Ananta Toer
Katakan pada saya, Ibu, nama ibu yang sebenarnya. Kami datang untuk mengenali Ibu, untuk mengetahui keadaan Ibu, dan ingin membantu Ibu bila kami mampu dan berkesempatan melakukannya. Ingin berbuat sesuatu yang patut untuk Ibu, biarpun kami hanya tahanan, tidak punya kebebasan. Katakanlah nama Ibu, sebutkanlah.
~ Pramoedya Ananta Toer
Namun, kejahatannya juga tidak boleh dilupakan begitu saja karena jasa beberapa orang.
~ Pramoedya Ananta Toer