logo

Quotes About Ethics

The moment Sr journalist who live interviewed P Bhosan said he can not be bought by millions and billions of money, his body language and tone indicated that he has already been purchased and this interview is scripted only to further misguide people and make them believe that there is Covid
~ Prafull Sakulani
A selfish person always alters his/her principal according to his /her benefit.
~ Prakash Adhikari
seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan
~ Pramoedya Ananta Toer
Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas (Bumi Manusia, h. 138)
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana
~ Pramoedya Ananta Toer
Mendapat upah kerena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?
~ Pramoedya Ananta Toer
Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati. (Mama, 4)
~ Pramoedya Ananta Toer
Seorang terpelajar itu harus adil, sejak dalam pikiran! [Bumi Manusia]
~ Pramoedya Ananta Toer
Orang Cendekia sudah harus adil sejak dari pikiran
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau ahli hukum tak merasa tersinggung karena pelanggaran hukum sebaiknya dia jadi tukang sapu jalanan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Seorang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan,
~ Pramoedya Ananta Toer
Juga jangan jadi kriminil dalam percintaan-yang menaklukan wanita ddengan gemerincing ringgit,kilau harta dan pangkat.Lelaki belakangan ini adalah juga kriminil,sedang perempuan yang tertaklukan hanya pelacur.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau terpelajar, Minke, Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Itulah memang arti terpelajar itu. . . .
~ Pramoedya Ananta Toer
Apa gunanya memaki? Mereka memang anjing. Mereka memang binatang. Dulu bisa mengadu, dulu ada pengadilan. Dulu ada polisi, kalau duit kita dicolong tetangga kita. Apa sekarang? Hakim-hakim, jaksa-jaksa yang sekarang juga nyolong kita punya. Siapa mesti mengadili kalau hakim dan jaksanya sendiri pencuri?
~ Pramoedya Ananta Toer
kau harus bertindak terhadap siapa saja yang mengambil seluruh atau sebagian dari milikmu, sekali pun hanya segumpil batu yang tergeletak di bawah jendela. Bukan karena batu itu sangat berharga bagimu. Azasnya: mengambil milik tanpa ijin: pencurian; itu tidak benar, harus dilawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Sebagai orang beragama, tidak layak memungkiri janji, tidak layak berkhianat. Islam tidak mengajarkan dan mewajibkan pengkhianatan pada rakyat dan sesamanya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminil, biar pun dia sarjana.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apa guna jadi Jawa kalau hanya untuk dilanggar hak-haknya? Tak mengerti kau kiranya, catatan begini sangat pribadi sifatnya? Tak pernah gurumu mengajarkan etika dan hak-hak perseorangan?
~ Pramoedya Ananta Toer
Berkhianat pada revolusi ini berarti berkhianat pada diri sendiri, pada publik yang membayarnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Makin jauh dari Mahadewa dia (manusia) makin kejam.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau biarkan suamiku merampas istri orang; itu berarti kau ikut membangunkan kejahatan, kerusuhan, dan malapetaka.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain?
~ Pramoedya Ananta Toer
Sejak jaman Nabi memang sudah ada hamba-hamba iblis. Maling. Siapa heran ada maling selama iblis ada? Tapi malingpun butuh kehormatan, semakin dia tidak punya kehormatan diri.
~ Pramoedya Ananta Toer