Quotes from Pramoedya Ananta Toer
apa yang sudah dibaca Kartini digenggamnya terus di dalam tangannya, dan ikut memperkuat moralnya
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Perdagangan membikin orang terbebas dari pangkat-pangkat, tak membeda-bedakan sesama manusia, apakah dia pembesar atau bawahan, bahkan budak pun. Pedagang berpikiran cepat. Mereka menghidupkan yang beku dan menggiatkan yang lumpuh
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Pada dasarnya manusia adalah hewan yang paling membutuhkan ampun.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mungkinkah seorang anak yang cengeng dalam perkembangannya barang dua puluh tahun kemudian bisa berubah jadi penentang dan pelawan? Bisa. Penderitaan tak tertanggungkan bisa mengakibatkan tiga macam sikap: menyerah tanpa syarat, melawan, atau membiarkan diri hancur. Mulyati memilih melawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau tidak ada orang-orang rendahan, tentu tidak ada orang atasan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Bagi mereka yang beriman, yang percaya pada Allah, tak ada sesuatupun di dunia ini dapat merusuhkan hati.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran,apalagi dalam perbuatan (Pramoedya Ananta Toer)
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Sering kulihat wanita dibebani barang bawaan cukup berat, menggendong, menyunggi, masih mendukung bocah, dan suaminya enak-enak jalan dengan berjual tampang hanya membawa tombak. Ait, terlalu. Pernah kutegur seorang diantara mereka, dan suaminya memang mau membantu. Tetapi pada kesempatan lain tetap juga membiarkan istrinya menjadi kuda beban. Kau tidak boleh begitu, Putih.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Aku lebih mempercayai ilmu pengetahuan, akal. Setidak-tidaknya padanya ada kepastian-kepastian yang bisa dipegang.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Aku mengeluh. Hatiku tersayat. Aku memang perasa. Dan keluargaku pun terdiri dari makhluk-makhluk perasa.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Sia-sianya dunia ini kalau untuk meningkatkan satu orang yang lain mesti diinjak.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Berpendapat tanpa berpengetahuan hukuman mati bagi seorang calon brahmana. Dia takkan mungkin jadi brahmana yang bisa dipercaya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Sepandai-pandaimya lelaki, kata bujang nenekku dulu semasa aku masih sangat muda, kalau sedang gandrung: dia sungguh sebodoh-bodoh si tolol.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Semua yang terjadi di bawah kolong langit adalah urusan setiap orang yang berpikir.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Perang, kekuasaan, kekayaan, seperti unggun api dalam kegelapan dan orang berterbangan untuk mati tumpas di dalamnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Semua lelaki memang kucing berlagak kelinci. Sebagai kelinci dimakannya semua daun, sebagai kucing dimakannya semua daging.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Wanita itu Dewa. Wanita itu Kehidupan. Wanita itu Perhiasan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kan baik belum tentu benar juga belum tentu tepat. Malah bisa salah pada waktu dan tempat yang tidak cocok.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Bahwa orang yang punya itu banyak menimbulkan kesusahan pada yang tak punya. Dan mereka tak merasai ini.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dan dengan langkah berat pergilah aku meninggalkan rumahsakit itu; rumah tempat orang yang tak bebas mempergunakan tubuh dan hidupnya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Berbahagialah mereka yang bodoh, karena mereka kurang menderita. Berbahagialah juga kanak-kanak yang belum membutuhkan pengetahuan untuk dapat mengerti.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Berbahagialah dia yang tak tahu sesuatu. Pengetahuan, perbandingan, membuat orang tahu tempatnya sendiri, dan tempat orang lain,gelisah dalam alam perbandingan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Rupanya di bumi jajahan ini setiap orang hidup atas dasar hancur menghancurkan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tanpa keberanian hidup adalah tanpa irama. Hidup tanpa irama adalah samadhi tanpa pusat.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
