Quotes from Pramoedya Ananta Toer
Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah keberaniannya. Kesederhaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka "kemajuan" sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kita telah melawan Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Barang siapa mempunyai sumbangan pada kemanusian dia tetap terhormat sepanjang jaman, bukan kehormatan sementara. Mungkin orang itu tidak mendapatkan sesuatu sukses dalam hidupnya, mungkin dia tidak mempunyai sahabat, mungkin tak mempunyai kekuasaan barang secuwil pun. Namun umat manusia akan menghormati karena jasa-jasanya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Pernah kudengar orang kampung bilang : sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Saya selalu percaya--dan ini lebih merupakan sesuatu yang mistis--bahwa hari esok akan lebih baik dari hari sekarang.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tak ada satu hal pun tanpa bayang-bayang, kecuali terang itu sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. Kan begitu Tuan Jenderal?
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
setiap pejuang bisa kalah dan terus-menerus kalah tanpa kemenangan, dan kekalahan itulah gurunya yang terlalu mahal dibayarnya. Tetapi biarpun kalah, selama seseorang itu bisa dinamai pejuang dia tidak akan menyerah. Bahasa Indonesia cukup kaya untuk membedakan kalah daripada menyerah (Prahara Budaya, h. 187)
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan. Pada akhirnya perbuatan manusia menentukan, yang mengawali dan mengakhiri. Bagiku, kata-kata hiburan hanya sekedar membasuh kaki. Memang menyegarkan. Tapi tiada arti. Barangkali pada titik inilah kita berpisah...
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kau Pribumi terpelajar! Kalau mereka itu, Pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus bikin mereka jadi terpelajar. Kau harus, harus, harus, harus bicara pada mereka , dengan bahasa yang mereka tahu
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Dahulu dia selalu katakan apa yang dia pikirkan, tangiskan, apa yang ditanggungkan, teriakan ria kesukaan di dalam hati remaja. Kini dia harus diam- tak ada kuping sudi suaranya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
At the beginning of all growth, everything imitates.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kowé kira, kalo sudah pake pakean Eropa, bersama orang Eropa, bisa sedikit bicara Belanda lantas jadi Eropa? Tetap monyet!
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Painting is literature in colors. Literature is painting in language.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Jangan hanya ya-ya-ya. Tuan terpelajar, bukan yes-man. Kalau tidak sependapat, katakan. Belum tentu kebenaran ada pada pihakku ...
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
