logo

Quotes from Pramoedya Ananta Toer

People are raised to believe that happiness is the land to which they are destined to travel. But that belief, which one so easily accepts as true, might just as well be a mirage.
~ Pramoedya Ananta Toer
Perempuan itu harta, musti turut lelaki punya mau - Siti F. Yang Ditemui Di Pulau Buru
~ Pramoedya Ananta Toer
Dalam keadaan waspada biasanya orang Alfuru,terutama yang masih terikat pada kepercayaan pamali, sangat pelit memberikan keterangan tentang kehidupan Alfuru
~ Pramoedya Ananta Toer
Sekarang, kepalaku membayangkan kuburan, tempat manusia yang terakhir. Tapi kadang-kadang manusia tak mendapat tempat dalam kandungan bumi. Ya, kadang-kadang. Pelaut, prajurit di zaman perang, sering mereka tak mendapat tempat tinggal terakhir. Dalam kepalaku membayangkan, kalau ayah yang tak mendapatkan tempat itu.
~ Pramoedya Ananta Toer
But I couldn't stop there. The call of adventure was much stronger and more inviting.
~ Pramoedya Ananta Toer
Akhirnya manusia ini mati juga. Mati. Sakit.
~ Pramoedya Ananta Toer
The love I knew was from books..
~ Pramoedya Ananta Toer
My words, my writing, my actions—these have never been for myself alone, either directly or indirectly. There is no such thing as an artist who creates art only for himself. That is masturbation.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kadang-kadang manusia ini tak kuasa melawan kenang-kenangannya sendiri. Dan tersenyum aku oleh keinsyafan itu. Ya, kadang-kadang tak sadar manusia terlampau kuat dan menenggelamkan kesadarannya. Aku tersenyum lagi.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kala itu kemiskinan selalu melayang-layang di angkasa dan menyambari kepalaku.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau biarkan suamiku merampas istri orang; itu berarti kau ikut membangunkan kejahatan, kerusuhan, dan malapetaka.
~ Pramoedya Ananta Toer
Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan buat orang lain?
~ Pramoedya Ananta Toer
Adat perempuan dibeli; adat orang tua menjual; kalau harta sudah di tangan apalagi akan dipersoalkan?
~ Pramoedya Ananta Toer
Seorang pelayan wanita menghidangkan susu coklat dan kue. Dan pelayan itu tidak datang merangkak-rangkak seperti pada majikan Pribumi. Malah dia melihat padaku seperti menyatakan keheranan. Tak mungkin yang demikian terjadi pada majikan Pribumi: dia harus menunduk, menunduk terus. Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
Siapakah yang tahu rahasia para dewa kalau bukan kaum brahmana?
~ Pramoedya Ananta Toer
Jadi, sudah di tujuan pertama mereka dikurung dan dijaga. Itu tak lain artinya daripada hilangnya sekian banyak kebebasan mereka.
~ Pramoedya Ananta Toer
Seluruh halaman ditutup dengan pagar bambu anyaman tinggi, tak dapat dilihat dari jalanan. Apa sebab dipagar rapat tinggi? Agar orang tak tahu apa yang sedang terjadi di dalam.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ya, alangkah indah masa kecil yang lalu. Dan kini aku menembangkan keindahan dalam kenang-kenangan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Biasa: harta dengan kejamnya telah memisahkan ibu dari anak.
~ Pramoedya Ananta Toer
The basic fact is that for the person without civil rights, death is always present in the background, forever dancing, each second of the day, before his eyes.
~ Pramoedya Ananta Toer
Beyond twilight comes a beautiful night, the kind of night the weary dream of. And to all my good friends, to those who have already gone to the back side of the mirror, I bow my head.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tugas dokter Pribumi bukan saja menyembuhkan tubuh terluka dan menanggung sakit, juga jiwanya, juga hari depannya. Siapa akan melakukannya kalau bukan para terpelajar? Dan bukankah satu ciri manusia modern adalah juga kemenangan individu atas lingkungannya dengan prestasi individual? Individu-individu kuat sepatutnya bergabung, mengangkat sebangsanya yang lemah, memberinya lampu pada kegelapan dan memberi mata yang buta.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kuburan dengan hiasan dan sesaji seperti itu adalah tempat mayat seseorang yang rohnya menjadi tempat Pamali turun dikala masa hidupnya, dan sampai orang itu mati roh tersebut masih sering datang.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mengkhianati pengkhianat bukan pengkhianatan, Nyonya - Rodjali
~ Pramoedya Ananta Toer