Quotes from Pramoedya Ananta Toer
Ya, anakku, selama hidupku yang limapuluh enam tahun ini tahulah aku, bahwa usaha dan iktiar manusia itu sangat terbatas. Aku sendiri tak membiarkan adikmu sakit bila saja aku berkuasa atas nasib manusia.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mereka membela apa yang mereka anggap menjadi haknya tanpa mengindahkan maut. Semua orang, sampai pun kanak-kanak! Mereka kalah, tapi tetap melawan. Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Pelacur makhluk lemah tanpa pelindung.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
A good author, Mr. Minke, should be able to provide his readers with some joy, not a false joy, but some faith that life is beautiful. While suffering is man-made, and not some natural disaster, then it can surely be resisted by men. Give hope to your readers, to your fellow countrymen.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Orang tak bisa berhati-hati setiap saat buat seumur hidupnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Di sini tak ada rumah yang terkunci pintunya, siang ataupun malam. Di sini pintu bukanlah dibuat untuk menolak manusia, tapi menahan angin. Di sini semua orang tidur di ambin pada malam atau siang hari, termasuk para tamu yang tak pernah dipedulikan dari mana datangnya. Ia mendengar sekali lagi. Di kota setiap orang baru selalu ditetak dengan tanya: Siapa nama? Dari mana? Di sini orang tak peduli Mak Pin datang dari mana. Tak peduli Mak Pin gagu. Tak peduli sekalipun dia kelahiran neraka.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Bagi wanita muda, Mas Nganten, sebenarnya tak ada kesulitan hidup di dunia, apalagi kalau ia canti, dan rodi sudah tak ada lagi.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Di sini ada hukum. Kalau hukum tidak ditaati lagi, mari, mari kita panggil hakim.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Banyak Pribumi yang mengimpi jadi Belanda, dan gadis yang lebih banyak bertampang Eropa ini lebih suka mengaku Pribumi.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mengapa yang tidak setuju tak dapat mengekang nafsu menghina? Antara kita sendiri, kalau hanya hendak menghina pun tidak semua bisa berdiri sama tinggi. Penghinaan yang bodoh hanya akan memukul diri sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kalau di antara lima puluh orang cuma tiga orang yang ingin jadi guru, siapakah yang akan mengajar anak-anakmu nanti?.... ....Kalau engkau tidak yakin betul, lepaskan cita-citamu untuk jadi guru itu.... ....seorang guru adalah kurban -- kurban untuk selama-lamanya. Dan kewajibannya terlampau berat -- membuka sumber kebajikan yang tersembunyi dalam tubuh anak-anak bangsa.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Ada diajarkan oleh kaum brahmana: orang kaya terkesan pongah di mata si miskin, orang bijaksana terkesan angkuh di mata si dungu, orang gagah-berani terkesam dewa di mata si pengecut, juga sebaliknya Kakanda, orang miskin tak berkesan apa-apa pada si kaya, orang dungu terkesan mengibakan pada si bijaksana, orang pengecut terkesan hina pada si gagah-berani. Tetapi semua kesan itu salah. Orang harus mengenal mereka lebih dahulu.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Orang kampung seperti sahaya ini, bendoro muda, kelahirannya sendiri sudah suatu kecelakaan. Tak ada sesuatu yang lebih celaka dari nasib orang kampung.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Di dunia ini tak ada sesuatu kegirangan yang lebih besar daripada kegirangan seorang bapak yang mendapatkan anaknya kembali.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Anggaplah aku sebagai telornya yang telah jatuh dari petarangan. Pecah. Bukan telor yang salah.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Sejak jaman Nabi memang sudah ada hamba-hamba iblis. Maling. Siapa heran ada maling selama iblis ada? Tapi malingpun butuh kehormatan, semakin dia tidak punya kehormatan diri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Hidup ini Anakku, hidup ini tak ada harganya sama sekali. Tunggulah saatnya, dan kelak engkau akan berpikir, bahwa sia-sia saja Tuhan menciptakan manusia di dunia ini.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mbok, kau mau lawan kejahatan nini dengantanganmu, tapi kau tak mampu. Maka itu kau lawan dengan lidahmu. Kaupun tak mampu. Kemudian kau cuma lawan dengan hatimu. Setidak-tidaknya kau melawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
At the beginning of all growth, everything imitates. All of us, when we were children, also only imitated. But children grow up and begin their own development.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Uh, Hindia, negeri yang hanya dapat menunggu-nunggu hasil kerja Eropa!
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Pada setiap awal pertumbuhan, katanya, semua hanya meniru. Setiap kita semasa kanak-kanak juga hanya meniru. Tetapi kanak-kanak itu pun akan dewasa, mempunyai perkembangan sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Begitulah, Ann, upacara sederhana bagaimana seorang anak telah dijual oleh ayahnya sendiri, jurutulis Sastrotomo. Yang dijual adalah diriku; Sanikem. Sejak detik itu hilang sama sekali penghargaan dan hormatku pada ayahku; pada siapa saja yang dalam hidupnya pernah menjual anaknya sendiri. Untuk tujuan dan maksud apapun.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Saya ingin ikut ke Jawa kalau sampeyan-sampeyan pulang. Sayang nampaknya sampeyan-sampeyan sudah merasa kerasan tinggal di sini, sudah membuat jalan-jalan, sawah, jembatan, rumah, dan bendungan (Seorang wanita yang ditemui Tristuti Rahmadi Suryosaputro di Pulau Buru. Ia anak seorang Polisi Desa di Wonogiri yang dijanjikan menjadi Bidan oleh Jepang)
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Akibat perbuatan durhaka satu orang, berapa orang menanggung aniaya? Berapa orang? Termasuk si durhaka itu sendiri - Ranta
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
