logo

Quotes from Pramoedya Ananta Toer

Tak bakal mampu orang Indonesia punya babu dalam keadaan begitu sulit beras.
~ Pramoedya Ananta Toer
Uang Jaya! Jaya! Seratus Jepang, satu republik, uang jaya - Kakek Mo
~ Pramoedya Ananta Toer
Hidup sebagai nyai terlalu sulit. Dia cuma seorang budak belian yang kewajibannya hanya memuaskan tuannya. Dalam segala hal! Sebaliknya setiap waktu orang harus bersiap-siap terhadap kemungkinan tuannya sudah merasa bosan. Salah-salah bisa badan diusir dengan semua anak, anak sendiri, yang tidak dihargai oleh umum Pribumi karena dilahirkan tanpa perkawinan syah.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau hati sendiri pun tidak menjawab, itu lah tanda ketidakmampuan, dan ketidakmampuan itu memanggil kerusuhan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kesalahan tindakan tidak pernah terampuni, kecuali hanya oleh Hyang Mahadewa. Untuk itu a?a Mahadewa, karena manusia tidak bersikap pengampun.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mengapa membuka ladang sejauh ini? Kalau deka(t) kampon(g) habis dimakan(g) babi sendiri. Di sini babi hutan(g) yang ditunggu. Orang kampon(g) bikin ladan(g) sambil cari daging.
~ Pramoedya Ananta Toer
kalau kau menang, bersiaplah untuk kalah, dan kalau kau kalah, terimalah kekalahan itu dengan hati besar, dan rebutlah kemenangan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mana ada Jawa, dan bupati pula, bukan buaya darat?
~ Pramoedya Ananta Toer
Revolusi atau perjuangan apa saja bisa lahir dan mencapai keagungannya kalau setiap pribadi tampil berani
~ Pramoedya Ananta Toer
Tapi perintah tinggal perintah begitu saja.
~ Pramoedya Ananta Toer
betapa beruntungnya jadi bintang film terkenal! Lawan dan kawan sama-sama membutuhkan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dia sangat cinta pada republik, revolusi, dia mencintai kampung halamannya, biarpun busuk-busuk membumbungkan gas lumpur dan kotorannya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ah, itu serdadu manja kalau menang perang sekali saja! Kemenanganku lebih dari padanya. Aku pernah menguasai dia hanya karena aku tidak seperti perempuan-perempuan lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
Di atas pelupuh humatita orang damai dalam tidurnya, suami-istri berpelukan, anak-anak berserak tanpa baju tanpa celana. Hanya asap dan asap selimut mereka.
~ Pramoedya Ananta Toer
Pendeknya aku harus waspada, kewaspadaan sebagai bea kebahagiaan hidup di dekat gadis cantik tanpa bandingan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Di dunia ini, Ara, hanya sedikit saja orang yang penting - Mardjohan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Bangun dari bumi penjajahan: hancur menghancurkan! Sedang mereka yang tidak dihancurkan, mereka yang tidak menghancurkan adalah landasan hidup binatang ini.
~ Pramoedya Ananta Toer
There is at least one advantage to being an Indonesian citizen: With this country's expanse of land and even greater expanse of sea, it's not difficult finding space for one's grave.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dan apa bisa diperoleh dalam hidup ini tanpa bea? Semua harus dibayar, atau ditebus, juga sependek-pendek kebahagiaan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Animals are not supposed to have the power to reason and therefore don't care whether there is life after death. But imagine animals trying to cheer themselves up in the same way that our own ancestors did when faced with death, by believing that there is life after death. How would they resolve the problem that in the afterlife they might once more be eaten by man?
~ Pramoedya Ananta Toer
Women prefer to serve the present and are afraid of age; they are in the grip of youth of their dreams. Age is truly an oppression for women.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mereka (brahmana) tidak perlu takut pada kedunguan. Mereka belajar setiap hari untuk tidak jadi dungu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau suka berbicara tentang keindahan. Dimana keindahan suatu kekejaman?
~ Pramoedya Ananta Toer
Dengan bangsaku sendiri aku merasa lebih terjamin.
~ Pramoedya Ananta Toer