logo

Quotes from Pramoedya Ananta Toer

Pemerintah punya mau. Orang gunung punya mau sendiri. Kampon(g) tetap kampon(g). Desa ada boleh di darat - Mana Sambur, Ketika Mendengar Pembangunan Gereja Kristen & Pembangunan Desa.
~ Pramoedya Ananta Toer
Adat itu bikin orang jadi bodo. Adat larang orang kampung belajar menulis, membaca, bikin gambar.
~ Pramoedya Ananta Toer
Yang lebih muda belum tentu lebih tidak tahu, belum tentu lebih pengecut dari pada kau.
~ Pramoedya Ananta Toer
Revolusi ini tidak memberi sesuatu pun, dia minta kepada setiap orang, segala-galanya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Barang siapa tidak tahu kekuatan dirinya, tidak tahu kelemahan dirinya. Barang siapa tidak tahu kedua-duanya, dia pusing dalam ketidaktahuannya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Life can give everything to whoever who tries to understand and is willing to receive new knowledge. ~Mama
~ Pramoedya Ananta Toer
You must first of all think justly. Don't sit in judgment over others when you don't know the truth of the matter.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tombak dan parang baru harus diberkati oleh orang yang punya ludah tua atau air tua. Di saat mereka mengatakan itu tangan mereka menunjuk kearah bukit-bukit ini sebagai kiblat.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau benar, Minke, wujud dan wajah manusia itu tetap sama, tidak lebih baik daripada di jaman-jaman sebelumnya. Khotbah-khotbah di gereja juga memperingatkan itu berulang-ulang. Dia tetap tinggal makhluk yang tak tahu apa sesungguhnya dia kehendaki. Semakin sibuk orang mencari-cari dan menemukan, semakin jelas, bahwa dia sebenarnya diburu-buru oleh kegelisahan hati sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
Katakan pada saya, Ibu, nama ibu yang sebenarnya. Kami datang untuk mengenali Ibu, untuk mengetahui keadaan Ibu, dan ingin membantu Ibu bila kami mampu dan berkesempatan melakukannya. Ingin berbuat sesuatu yang patut untuk Ibu, biarpun kami hanya tahanan, tidak punya kebebasan. Katakanlah nama Ibu, sebutkanlah.
~ Pramoedya Ananta Toer
Hyang Mahadewa tahu bagaimana membikin Jagad Pramudita seimbang. Kerusuhan mengimbangi kedunguan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Seorang ibu yang bijaksana dan berwibawa seperti Nyai memang dibutuhkan oleh setiap anak, dan dara cantik tiada bandingan dibutuhkan oleh setiap pemuda.
~ Pramoedya Ananta Toer
Jiwa semuda itu jangan dilukai dengan penderitaan tak perlu, sekalipun cacat ayahnya sendiri. Dia hendaknya tetap mencintai aku dan memandang aku sebagai ayahnya yang mencintainya, tanpa melalui suara dan pandang orang lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ruapanya orang gunung hanya bercawat setiap hari. Mereka baru berpakaian bila ada tamu atau pada kesempatan-kesempatan terentu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Lebih baik dan paling baik adalah memohon kepada ALlah, sampai berapalah kekuasaan manusia, apalagi orang kulit pulih pula.
~ Pramoedya Ananta Toer
seorang tanpa prinsip adalah sehina-hina orang, manusia setengik-tengiknya,
~ Pramoedya Ananta Toer
Kau pukul dia sampai hampir mati. Kau hajar dia seperti babi. Apa kesalahannya? Kan dia istrimu sendiri? Kau harus kasihan padanya. Kalau kurang ajar peringatkan dengan baik. Kalau nasihatmu sudah berulang kali tak diindahkan apa boleh buat.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tak ada yang lebih baik daripada persahabatan yang ikhlas,
~ Pramoedya Ananta Toer
Tiap mata murah, saudara, dan jiwa tiga kali lebih murah. Dan bertambah banyak Amerika mendatangkan peluru, bertambah turun jiwa manusia.
~ Pramoedya Ananta Toer
Fina bara kurang ajar sama Ngama. Jangan kurang ajar sama Ngama. Hormati suamimu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dia tidak beranak, tidak berbini. Kalau perjuangannya menang, mungkin dia telah tewas, dan kemenangannya itu tidak dinikmati apapun di antara keluarganya sendiri, tetapi buat orang-orang lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
Namun, kejahatannya juga tidak boleh dilupakan begitu saja karena jasa beberapa orang.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kami bermaksud baik Ngama. Ngama adat jangan sangsi. Kami ingin menolong yang sakit.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau aku tak memiliki tubuh indah dan wajah cantik mungkin aku jadi sebagian dari mereka yang dibunuh pelan-pelan itu.
~ Pramoedya Ananta Toer