logo

Quotes from Pramoedya Ananta Toer

Kita akan belajar Tanca. Kemudian kita akan tahu lebih banyak, mengalahkan lebih gemilang.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ah, Mas Nganten ini. Bagi orang kebanyakan seperti sahaya ini kita kawin supaya semakin susah. Tentu beda dengan para priyayi besar, mereka kawin supaya jadi senang.
~ Pramoedya Ananta Toer
mana cara seorang Pribumi bisa jadi Presiden? Apa dia kemudi-an tidak terjatuh pada kebiasaan raja-raja, yang dikenalnya dari dongeng dan dilihatnya sendiri di berbagai kabupaten? Tidak-kah kemudian akan timbul orang-orang lain yang juga ingin jadi seperti dia, dan perang berkecamuk terus-menerus seperti isi Babad Tanah Jawi? Perang yang tidak ada habis-habisnya - setiap orang lawan setiap orang, semua lawan semua? Bakal apa jadinya?
~ Pramoedya Ananta Toer
Bagaimana cara seorang Pribumi bisa jadi Presiden? Apa dia kemudi-an tidak terjatuh pada kebiasaan raja-raja, yang dikenalnya dari dongeng dan dilihatnya sendiri di berbagai kabupaten? Tidak-kah kemudian akan timbul orang-orang lain yang juga ingin jadi seperti dia, dan perang berkecamuk terus-menerus seperti isi Babad Tanah Jawi? Perang yang tidak ada habis-habisnya - setiap orang lawan setiap orang, semua lawan semua? Bakal apa jadinya?
~ Pramoedya Ananta Toer
Suamiku tidak takut padaku sebagai wanita, dia tetap takut padaku sebagai brahmani, karena Dedes tahu apa yang suaminya tidak tahu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Satria hidup dari ketakutan dunia, maka ia terus juga takut-takuti dunia.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tak ada brahmana angkuh, mereka hanya lebih mengerti, lebih tahu dari pada orang yang menganggap pengetahuan dan ilmu sebagai keangkuhan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ya, Ann, aku telah mendendam orang tuaku sendiri. Akan kubuktikan kepada mereka, apa pun yang telah diperbuat atas diriku, aku harus bisa lebih berharga daripada mereka, sekalipun hanya sebagai nyai.
~ Pramoedya Ananta Toer
Keindahannya ada dalam kenang-kenangan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau Dedes tidak takut padamu. Apalagi pada pengawal-pengawalmu. Akupun bisa memerintah mereka!
~ Pramoedya Ananta Toer
Memang bukan nyai sembarang nyai. Dia hadapi aku, siswa H.B.S, tanpa merasa rendah diri. Dia punya keberanian nyatakan pendapat. Dan dia sadar akan kekuatan pribadinya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Hanya orang yang mengenal tata hidup dunia lain, sekalipun hanya melalui bacaan, dapat menilai tata hidupnya sendiri
~ Pramoedya Ananta Toer
Aku semakin banyak berdoa, karena hanya itulah yang dapat kuusahakan, berdoa dan berdoa. Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah hanya pada Tuhan juga orang berseru?
~ Pramoedya Ananta Toer
It was not only from Europe that so much could be learned! This modern age had provided many breasts to suckle me - from among the Natives themselves, from Japan, China, America, India, Arabia, from all the peoples on the face of this earth... In humility, I realized I am a child of all nations, of all ages, past and present. Place and time of birth, parents, all are coincidence: such things are not sacred.
~ Pramoedya Ananta Toer
Hamba hukum itu, Ann, dia tak bisa dilawan.
~ Pramoedya Ananta Toer
Pribumi Hindia sangat sederhana. Takkan ada perang yang bakal mereka menangkan. Apa arti parang dan tombak di hadapan senapan dan meriam?
~ Pramoedya Ananta Toer
Capital dictates the fate of humanity.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dan rangsang hidup itu ogah dibius padam begitu saja: lihatlah, bukan saja kerjamu belum selesai, yang selesai pun terlalu banyak cacat dan cela. Imajinasi saja tidak cukup. Kau harus tinggal hidup, paling tidak tiga puluh tahun lagi. Sertai dan saksikan akhir dari semua ini!
~ Pramoedya Ananta Toer
Dalam pencurian dan pembunuhan tidak pernah ada ampun.
~ Pramoedya Ananta Toer
Aku merasa sangat, sangat berdosa telah mengeluarkan kau dari sekolah. Aku telah paksa kau bekerja setiap hari tanpa liburan, tak punya teman atau sahabat, karena memang kau tak boleh punya demi perusahaan ini. Kau kuharuskan belajar jadi majikan yang baik. Dan majikan tidak boleh berteman dengan pekerjaannya. Kau tak boleh dipengaruhi oleh mereka.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ketidakmampuan itu berasal dari diri semua yang memerintah, Dedes, ketidakmampuan mengerti kawulanya sendiri, kebutuhannya, kepentingannya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ucapan tiada pada tempatnya bukan lahir di rumah ini, Yang Suci, hanya terbawa entah dari mana.
~ Pramoedya Ananta Toer
Nyai Ontosoroh: Tapi di depan hukum kau tak bakal menang. Kau menghadapi orang Eropa, Nyo. Sampai-sampai jaksa dan hakim akan mengeroyok kau, dan kau tak punya pengalaman pengadilan. Tidak semua pokrol dan advokat bisa dipercaya, apalagi kalau soalnya Pribumi menggugat Eropa.
~ Pramoedya Ananta Toer
Semua harus datang karena panggilanku. Semua harus pergi karena usiranku.
~ Pramoedya Ananta Toer