logo

Quotes from Pramoedya Ananta Toer

Wanita budak paling baik hanya untuk pria budak.
~ Pramoedya Ananta Toer
Saya sendiri tidak mengerti yang sebenarnya tentang peraturan adat secara lengkap, Ngama. Tapi kenyataannya Ngama Hinolong dan Katcodin sendiri juga ada gambarnya. Malah bicara Indonesia baik. Mengapa kita tak bisa? Adat untuk kita semua.
~ Pramoedya Ananta Toer
Dunia luar tak ada yang tahu tentang mereka, tak ada yang memperhatikan nasib mereka,
~ Pramoedya Ananta Toer
Cantik menarik sungguh lebih baik daripada kusut, Ann. Ingat-ingat itu. Dan setiap yang buruk tak pernah menarik. Perempuan yang tak dapat merawat kecantikan sendiri, kalau aku lelaki, akan kukatakan pada teman-temanku, jangan kawini perempuan semacam itu, dia tidak bisa apa-apa, merawat kulitnya sendiri pun tak kuasa.
~ Pramoedya Ananta Toer
Ia pun sesungguhnya mengerti orang-orang di gunung itu ingin belajar, ingin bergambar sebagaimana mereka yang tinggal di darat, di pantai, dan di tempat-tempat lain.
~ Pramoedya Ananta Toer
Temuilah saudara-saudaramu yang baru datang dari Jawa, karena kalian adalah anak-anak dari ibu Jawa - Beberapa Pemuda Arafuru Yang Menemui Suyud Dkk Para Buangan di Pulau Buru
~ Pramoedya Ananta Toer
Sungguh mengguncangkan mengetahui adanya sejumlah orang yang sejak perawan remaja sampai jadi nenek tetap terbelenggu oleh perbuatan keji balatentara Jepang. Di masa kemajuan tekhnologi semaju sekarang ini.
~ Pramoedya Ananta Toer
Eropa gila sama dengan Pribumi gila.
~ Pramoedya Ananta Toer
Kalau sampeyan nanti pulang, tolong ajak saya, bawa saya ini. Saya akan sangat berterimakasih kalau sampean bisa bawa saya keluar dari daerah ini. Saya sudah cukup lama disiksa oleh keadaan, sementara saya tidak tahu jalan keluar - Sulastri Dari Sompok Semarang Yang Dibuang Jepang di Pulau Buru
~ Pramoedya Ananta Toer
Bakal jadi apa kau ini kalau aku tidak sanggup bersikap keras? Terhadap siapa saja. Dalam hal ini biar cuma aku yang jadi kurban, sudah kurelakan jadi budak belian. Kaulah yang terlalu lemah, Ann, berbelas kasihan tidak pada tempatnya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Perjalanan yang mengandung banyak peristiwa itu aku nilai berhasil. Kami telah temukan wanita yang kami cari itu. Benar sekali, ibu itu tidak bisa diajak bicara. Kami dapat memahami. Ia terikat pada sumpah Buru. Sampai hari tuanya, tanpa sesuatu harapan pun kecuali mati, ia tetap setia pada sumpahnya; sumpah untuk menyangkal diri, asal, kebudayaan, dan peradaban sendiri. Sumbernya tetap sama; malu kembali pada keluarga.
~ Pramoedya Ananta Toer
Jadi apanya yang harus dikenal, kan orang dikenal karena karyanya, ratusan juta orang di atas bumi ini tidak berkarya yang membikin mereka dikenal, maka tidak dikenal.
~ Pramoedya Ananta Toer
Nah, kalian para perawan remaja, telah aku susun surat ini untuk kalian, bukan saja agar kalian tahu tentang nasib buruk yang menimpa para gadis seumur kalian, juga agar kalian punya perhatian terhadap sejenis kalian yang mengalami kemalangan itu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Hidup yang berarti, dan mati lebih berarti lagi.
~ Pramoedya Ananta Toer
Age is truly an oppression for women.
~ Pramoedya Ananta Toer
Setiap penjahat harus diperlihatkan pada mereka yang telah dijahatinya, biar orang mengerti tampang dan sanubari penjahat!
~ Pramoedya Ananta Toer
Pada bangsa-bangsa yang telah maju, setiap perbuatan yang melanggar kemanusiaan dirasainya seakan melanggar dirinya sendiri, sekali pun perbuatan itu terjadi ribuan mil dari tempatnya dan di tengah-tengah bangsa lain. Apalagi bila terjadi di dalam tubuh bangsanya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
Tak ada guna orang tua hendak menang sendiri. Pada akhirnya para dewa juga yang menang.
~ Pramoedya Ananta Toer
Mati adalah gampang, Calon Arang. Tetapi mati itu tidak berguna kalau tidak membawa kesucian.
~ Pramoedya Ananta Toer
Para dewa mengejawantahkan diri pada dunia melalui syaktinya, ketidakbijaksanaan manusia mengejawantahkan diri dalam kerusuhan lingkungannya.
~ Pramoedya Ananta Toer
Satu-satunya bukti pembesar Jawa tidak berniat punya harem hanya dengan beristri orang Eropa, Totok atau Indo. Dengannya ia tak bakal bermadu.
~ Pramoedya Ananta Toer
Afterwards I found out the envelope contained twenty-five guilders, representing Father's surrender of me to him, along with the promise that Father would be made cashier after first successfully completing a two-year trial period.
~ Pramoedya Ananta Toer
Human beings need tens, even scores, of years before they grow into full adults, human beings at the peak of their abilities
~ Pramoedya Ananta Toer
Ya, kita harus belajar Tanca. Kalau tidak, kita akan begini-begini saja.
~ Pramoedya Ananta Toer