Quotes from Pramoedya Ananta Toer
Apa yang ditakuti bu? Kita semua hidup terus menerus dalam ketakutan. Apa kalian biasanya ketakutan? Tidak ada. Kalau revolusi menang, tidak seorang pun perlu takut lagi.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
seorang tua telah mengampuni anaknya sekalipun dia belum menjalani kesalahan, Midah.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Seluruh kedudukan enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi. Rencana-rencanaku kandas di laci-laci. Angkatan tua itu sungguh bobrok! Setiap republiken mestinya republikein sejati. Satu kesalahan bisa membuat dia jadi khianat tanpa maunya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Apa yan pernah diberikan Belanda kepada rakyat? Mereka datang ke sini bukan untuk memberi, tetapi untuk meminta! Rakyat mendapat apa yang dicarinya sendiri, sejak dulu si Belanda lah yan malahan mendapat sebagian besar dari nasi yang dicari oleh rakyat. Apa yang diberikan Belanda kepada rakyat?
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Tidak semua kebenaran dan kenyataan perlu dikatakan pada seseorang atau pada siapapun
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Cinta ini indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Bagiku sama saja di mana saja. Di mana ada sahabat, di situlah negeriku. Tanpa sahabat, semua ini takkan tertanggungkan. Di negeri sendiri pun bila tanpa sahabat...
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Hati bersih dan kemauan baik, dan kemampuan melaksanakannya, justru yang dicari para bandit. Hati bersih dan kemauan baik, dan kemampuan melaksanakannya belum mencukupi, Nyo, Nak. Belum, masih jauh. Dalam kenyataannya sampai sekarang ini apa kurang cukup banyak orang menggunakan Jesus untuk menindas? Waspadalah.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Ya, mengapa kita ini harus mati seorang diri? Lahir seirang diri pula? Dan mengapa kita ini harus hidup di satu dunia yang banyak manusianya? Dan kalau kita sudah manusia, dan orang itu pun mencintai kita. Seperti mendiang kawan kita itu misalnya–mengapa kemudian kita harus bercerai-cerai dalam maut. Seorang. Seorang. Seorang. Dan seorang lagi lahir. Seorang lagi. Seorang lagi. Mengapa orang ini tak ramai-ramai lahir dan ramai-ramai mati? Aku ingin dunia ini seperti Pasarmalam.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Apa kata Minke nanti kalau kau jadi kuyu tidak menarik? Gadis secantik apa pun takkan menarik kalau sakit.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Setiap kerusuhan di sesuatu negeri, bukan hanya Tumampel, adalah cerminan dari ketidakmampuan yang memerintah.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Pada waktu itulah ia mulai mengerti sedikit tentang kehormatan: dia sama nilainya dengan uang.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Jangan lupa tuan kolonel, dia seniman---hidup hanya di alam perasaan.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Kadang-kadang memang terasa olehnya bahwa heroisme dan patriotisme wanita di jaman revolusi ini terletak pada kepalangmerahan saja! Tapi ia tak akan meninggalkan kejujurannya. Ia cintai kejujurannya. Dan ia yakin melalui kejujurannya ia pun dapat berbakti kepada revolusi. Ia merasa dirinya pejuang, berjuang dengan caranya sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mereka membela apa yang menjadi haknya tanpa mengindahkan maut.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Menyedihkan sekiranya di antara parasiswa sebagai terpelajar puncak Pribumi, merasa tak ada sesuatu yang patut dibela pada Pribumi sebangsa sendiri.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Mengobrol adalah suatu pekerjaan yang tak membosankan, menyenangkan, dan biasanya panjang-panjang.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Banyak orang jahat di gunung. Orang jahat bisa tikam kita, malam atau siang - Noro, Salah Satu Pemuda Alfuru, Wai Loa
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Siapa pun melanggar hak-hak pribadi akan sahaya tantang, Bunda, apalagi hanya seorang abang.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Bukang perempuang undang harta, Ngama, hanya harta mencari perempuang.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Apakah yang bisa diperbuat oleh seorang perempuan?
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Orang Jawa sujud berbakti kepada yang lebih tua, lebih berkuasa, satu jalan pada penghujung keluhuran. Orang harus berani mengalah, Gus.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Yang berani mengalah terinjak-injak, Bunda.
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
Bila ada Pamali turun, barang atau pakaian peninggalan orang mati dikumpulkan dan diletakan di gebrahe
~ Pramoedya Ananta Toer
BazillionQuotes.com
